Hey tuan, apa ada dalam pikiranmu hingga dahimu mengernyit
dan alis agak terangkat ke sudut atas matamu. Tanganmu yang dilipat di dada
menandakan kau sedang berjaga-jaga, tidak ingin dibaca pikiran dan hatimu.
Hey tuan berkaus abu, apa yang kamu lihat? Matamu tajam
namun tersirat gurat keteduhan, senyummu menandakan banyak arti yang tidak
mudah ditangkap, lambaian tanganmu menandakan keramahan yang tersembunyi di
balik sedikit keangkuhan.
Hey tuan berkaus abu, apa yang hendak kau bicarakan? Bibirmu
kadang ditekuk karena kikuk, sapamu seperti ragu, ya seperti warna kaus yang
kau kenakan. Abu-abu, agak penuh dengan ketidakjelasan.
Hey tuan berkaus abu, mengagumimu dari jauh sudah cukup
bagiku, sudah cukup membuat hariku berwarna, tidak abu-abu seperti kausmu,
tidak bisa melihat lebih dekat namun cukup menutupi kepuasanku dengan semburat
wajahmu yang ragu, diantara lalu-lalang orang kemudian kau sering hilang dari
pandang.
nah... nampaknya ada yg sedang jatuh cinta :P
BalasHapus*nyari letak jatuh cinta dimananya*
Hapusjangan jatuh cinta mas, nanti tercecer, susah mungutinnya :P
Sepertinya mengagumi dari jauh lebih baik
BalasHapus