Rabu, 06 November 2013

Hei Tuan berkaus abu-abu





Hey tuan, apa ada dalam pikiranmu hingga dahimu mengernyit dan alis agak terangkat ke sudut atas matamu. Tanganmu yang dilipat di dada menandakan kau sedang berjaga-jaga, tidak ingin dibaca pikiran dan hatimu.

Hey tuan berkaus abu, apa yang kamu lihat? Matamu tajam namun tersirat gurat keteduhan, senyummu menandakan banyak arti yang tidak mudah ditangkap, lambaian tanganmu menandakan keramahan yang tersembunyi di balik sedikit keangkuhan.

Hey tuan berkaus abu, apa yang hendak kau bicarakan? Bibirmu kadang ditekuk karena kikuk, sapamu seperti ragu, ya seperti warna kaus yang kau kenakan. Abu-abu, agak penuh dengan ketidakjelasan.

Hey tuan berkaus abu, mengagumimu dari jauh sudah cukup bagiku, sudah cukup membuat hariku berwarna, tidak abu-abu seperti kausmu, tidak bisa melihat lebih dekat namun cukup menutupi kepuasanku dengan semburat wajahmu yang ragu, diantara lalu-lalang orang kemudian kau sering hilang dari pandang.

3 komentar:

  1. nah... nampaknya ada yg sedang jatuh cinta :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. *nyari letak jatuh cinta dimananya*

      jangan jatuh cinta mas, nanti tercecer, susah mungutinnya :P

      Hapus
  2. Sepertinya mengagumi dari jauh lebih baik

    BalasHapus