Selasa, 25 Februari 2014

#30HariMenulisSuratCinta #25 Re : Diversity become University



#25 Re : Diversity become University

Hai nona cantik berkacamata berbehel dan berponi. Malang dingin malam ini, sedingin kue putu yang udah aku beli. Kayaknya mau basi. Eh aku bertemu si Mahapatih Gajah Mada dengan gada di bahu kanannya, masihkah kamu kesal pada dia? Geram? Atau apalah perasaan yang kamu rasakan? Aku hanya menaruh geram Kiky, semacam geram pada orang yang hendak bergerilya mendapatkan hati kita padahal kemudian hanya singgah, mereka pikir hati kita halte ya? Hanya pemberhentian sementara? Atau mereka pikir hati kita dufan, bisa dijadikan wahana permainan. Ah Kiky, lelaki memang begitu, aku sempat berpikir kenapa lesbian semakin banyak, karena pria semakin merajai dan membodohi wanita. Susah juga ketika tombol hati menyala lebih lama daripada tombol otak. Menyebalkan ya?
Kiky, boys always be boys. Right?

Kenapa jadi membahas gender? kenapa membahas perbedaan?
Ini surat cinta? Bukan Kiky, ini surat misuh.
Aku tidak bisa menulis surat seindah kamu, semagis kamu, yang menyihir pembaca dengan mantra-mantra ditiupkan lewat jari yang menari diatas keyboard.
Apa kabar hati kamu? bagaimana lutung yang sudah dilepaskan di hutan belantara? Masihkah ia bisa makan? Eh masihkah ia memakan buah? Atau ada lutung yang lain? Serupa siamang bahkan wau-wau atau kera Jawa?
 Oh iya ky, lagi-lagi berbicara mengenai perasaan.
Perasaan wanita ternyata mudah sekali digoyahkan. Menemukan orang yang bisa menganggap aku normal adalah keajaiban bagiku. Kamu salah satunya. Normal ketika menapaki bukit Burangrang dengan bernyanyi Cherrybelle, normal ketika aku ingin berfoto di rumah peribadatan semua agama tanpa dianggap hina dina dan mendustakan tauhidku, mendustakan keimananku. Karena iman adalah sebuah relationship antara aku dan Tuhanku kan Ky?

Aku masih punya impian,  aku masih ingin mengamini Al Fatihah imamku dan berada pada posisi satu shaf di belakangnya. Kamu yang pernah bilang “Tidurlah Aisha, pangeranmu menunggu Cinderellanya tertidur” Kamu kenal dengan pangeran itu Ky? Tidaklah perlu mengendarai kuda putih seperti di negeri dongeng, lebih baik jika mengendarai Pajero Sport putih *ditoyor Kiky*

Bukan apa yang mereka kendarai, tapi lebih ke bagaimana mereka mengendarai hati kita. Iya, pria perlu punya kemudi kan Ky? Dan aku navigatornya, berada di sebelah kiri, mengingatkan jika ada tikungan tajam, bernyanyi agar ia tidak mengantuk, lalu memijat kepalanya ketika kemacetan ada di depan mata. Hey, apa yang kita bicarakan sebenarnya?
Aku sedang kacau Ky, sekacau judul tesis aku yang ditolak dosen. Sekacau aku yang ternyata mengigau di malam hari, sekacau rambut aku yang belakangan rontok di lantai kosan. Ini surat apa sih sebenarnya?
 Kiky, jodoh itu perihal mencari dan ditemukan kan?

*ditulis dengan perasaan bak anak kecil yang balon hijaunya meletus

Kamis, 20 Februari 2014

Sebuah proposal permintaan Tuan pada Tuhan





Tuhan, dengan surat ini aku sampaikan pesan pada Tuan yang entah siapa namanya , dimana ia berada, dan seperti apa rupanya. Aku tahu ia sedang kau sembunyikan, izinkan aku menyampaikan pesan ini Tuhan. Surat ini atau sebut saja proposal ini aku tulis disela-sela kebingunganku menulis proposal tesis.

Hai tuan, iya kamu. Kamu yang Tuhan bilang pendamping hidupku. Biarkan aku bercerita ya?
Kapan kita pertama kali bertemu? entahlah aku juga tidak ingin menebak atau menerka. Pada suatu hari, kamu datang menemui kedua orangtuaku. Meminta aku menjadi pendampingmu, kau lihat kan? Bapakku memang galak, bukan karena ia membencimu atau kesal kepadamu. Ia cemburu, putri sulungnya akan diestafetkan padamu. Estafet kedua orangtuaku akan jatuh ke tanganmu, mulai dari ibadahku, sikapku, tingkah lakuku, sampai perkataanku. Lalu ibuku, ia menangis Tuan. Ia bukan bersedih, tapi ia terharu. Tidak ada lagi anak perempuannya yang heboh ketika rumah berantakkan, menangis ketika sakit datang bulan, atau berteriak ketika dibuatkan ayam kecap dan soto ayam.
Yang duduk di sudut itu adik perempuanku, ia seorang penderita tunarungu. Tenang tuan, tunarungu yang ia derita bukanlah keturunan. Ia terkena virus rubella ketika dalam kandungan ibuku. Nah, kau lihat ada pria yang beranjak dewasa beralis tebal itu? itu adik bungsuku. Jutek ya? Hahaha ia hanya cemburu karena kakak perempuannya akan dibawa orang, tidak ada lagi partner berseteru dan tidak ada lagi yang membuatkan ia segelas milo.
Tuan, aku memang ekspresif. Tertawa ketika bahagia, menangis ketika bersedih, terisak menghapus air mata ketika terharu. Kamu pasti bingung menghadapi aku. Labil? Alay? Tuan, jangan kamu ucapkan itu di depanku, aku geram dan kesal mendengar dua kata itu.

Akhirnya kamu ucapkan itu, kalimat ijab qabul yang membuat aku yakin “Iya, kamu partner hidupku”. Ketahuilah Tuan, wanita akan yakin pada pasangannya ketika pria mengucapkan ijab Qabulnya. Lalu, mari kita beranjak ke rumah kita. Eh biarkan aku menyebutnya istana kecil kita. Ada kamu sebagai Rajanya dan aku sebagai Ratunya.
Eh kamu tidak keberatan kan? jika setiap sarapan aku menyediakan buah untukmu. Pisang, jeruk, mangga, pepaya, nanas, atau buah lokal lainnya. Karena buah adalah makanan terbaik untuk sarapan, aku tidak ingin kamu gampang terserang flu atau demam.
jika kamu akan pergi bekerja, izinkan aku menyiapkan semua pakaian yang akan kamu kenakan. Mulai dari atasan, bawahan, kaos kaki,sepatu, talk yang akan dibubuhkan di badan, minyak telon, parfum, dan sedikit hair lotion agar rambutmu wangi dan rapi. Karena penampilanmu di luar rumah adalah tanggungjawabku. Setiap kamu pulang, biarkan aku membuatkan kamu minum dan menyiapkan air panas untuk kamu segera mandi. Mandi bisa mengurangi kelelahan, kata ibuku.
Jika kamu kelalahan jangan sungkan untuk menyodorkan kepalamu, pening kan? biaarkan aku pijiti kepalamu. Ayo ceritakan apa yang kamu resahkan, mari kita cari solusinya bersama. Ingat Tuan, mengeluh dan berbagi adalah dua hal yang berbeda.
Hey, apa makanan kesukaan kamu? bolehkah tiap hari aku menyediakan tempe goreng? Aku sih sangat suka tempe dalam olahan apapun. Aku herbivora, pemakan sayur, jangan kaget jika tiap hari aku memasak menu yang berbau sayuran untuk kita makan. Tapi apapun makanan kesukaan kamu, akan aku sajikan di meja makan Tuan. Aku akan menunggu kamu untuk makan siang atau makan malam bersama sambil kita menceritakan hal apa yang telah kita alami hari itu.

Aku alergi debu Tuan, maka bantu aku sedikit saja membersihkan debu di sudut-sudut rumah kita. Tidak, tidak akan kuizinkan kamu lelah mengurus rumah. Mulai dari menyapu, mengepel, membersihkan kaca jendela, mengganti sprei setiap satu minggu sekali sampai menata ruangan biarkan aku yang melakukannya. Tapi, bantu aku ya jika ada barang-barang berat yang perlu diangkat, jika antena TV harus diatur posisinya, atau jika genteng rumah kita bocor. Itu gunanya berbagi bukan? Lalu kamu tidak keberatan kan membantu aku mencuci piring semantara aku memasak? Aku ingin dapur kita penuh cerita, masakan aku yang mungkin tidak seenak masakan ibumu, tapi aku akan mengenyangkan perutmu. Makanan diluar mengandung banyak MSG, pembunuh nomor satu. Aku ingin hidup lebih lama dengan kamu, Tuan.
Ruang TV kita nyaman sekali Tuan, kamu boleh begadang jika suka menonton bola. Atau kita akan menonton DVD mulai dari komedi hingga horor. Tapi jangan aneh ketika aku berteriak-teriak jika hantu di film muncul, atau aku akan menutup mukaku dengan bantal ketika ada adegan pukul-memukul di film action. Sepiring pisang keju, martabak jagung, atau penganan kecil lainnya akan menamai kita. Oh iya, segelas milo tentunya.

Tuan, rumah kita dipenuhi foto-foto aku, foto-foto dengan teman-temanku, foto-foto dengan keluargaku. Bagaimana jika kita pasang foto kita? Mari kita berlibur. Menyusuri pinggir pantai dan menyesap milo dingin sambil menunggu matahari terbenam. Aku pecinta senja harga mati. Eh, bagaimana jika kita menonton sendratari Ramayana, aku benci pada Rama yang tidak mempercayai Sinta. Aku harap kamu tidak akan begitu kan Tuan. ya.. ya..ya.. kamu harus bersedia membidik setiap aku berseru “Fotoin akuuuu” ketika menemukan derasnya sungai yang bersih, bangunan tua yang megah, langit yang cerah, museum di sudut kota, bahkan badut taman kota. Ayo, ajak aku berkeliling ke banyak tempat yang belum aku kunjungi, aku tidak pernah kelelahan jika dibakar sinar matahari. Aku berjanji tidak akan mengeluhkan panas, karena melihat mata kamu saja sudah membuat aku merasa teduh. Aku hanya tidak menyuki hujan, basah, dan dingin. Tapi tenang, aku membawa payung kok.  Aku banyak sekali keinginannya Tuan, berfoto di gereja, vihara, pura, klenteng, kamu tidak menganggap aku mendustakan agama kan? karena aku masih mengamini alfatihah yang kamu lantunkan, aku berada satu shaf dibelakangmu setiap lima waktu.
Kamu tidak setampan Arjuna, ah tuan wajah tampan akan renta dimakan usia. Tapi kamu pasti bijaksana seperti Bima. Aku yang emosinya meledak-ledak memang membutuhkan partner yang meredam ledakan emosiku. Aku yang panikan membutuhkan yang menenangkan.
Jika kamu sakit, kamu harus tidur sementara aku mengompres dahimu. Simpan semua pekerjaanmu dan minumlah teh sereh yang sudah aku buatkan untuk kamu. sepertinya kamu masuk angin, air jahe dan pijitanku di punggungmu semoga bisa meredakan sakitmu Tuan.

Jangan aneh ya, setiap bulan mungkin aku akan terlihat menyebalkan. Marah-marah tidak jelas, murung, menangis, memegangi perut kesakitan bahkan sampai muntah. Ini namanya dismenora Tuan. sakit sekali rasanya, tiap datang bulan seperti ini, semacam butuh sesuatu yang hook-able sekaligus hug-able. Ini tidak berlangsung lama kok, hanya beberapa hari saja. Setelah itu aku akan kembali ceria.
Tuan, kamu akan mengizinkan aku bekerja kan? aku ingin menjadi dosen, pengajar, pendidik. Sebuah profesi yang bergengsi secara dunia maupun akhirat. Pendidikan di Indonesia memprihatinkan Tuan. tapi aku berjanji akan mendidik anak kita sebaik mungkin. Tidak akan kubiarkan mereka ada dalam asuhan pembantu rumah tangga. Tapi jika kamu tidak mengizinkan aku kelua rumah, biarkan aku membuat daycare, sebuah taman penitipan anak diamana aku adalah otak dan manajernya. Boleh kan?

Hey, kamu bukan perokok kan? maaf, tidak ada asbak dirumah kita. Tidak kuizinkan ada asap rokok mengepul, aku mengidap asma. Lagipula, kasihan jika kita nanti punya anak-anak. Asap rokok membuat itak menjadi tumpul, kita ingin anak kita cerdas kan Tuan? ya, aku ingin kamu menemaniku lebih lama mendidik anak-anak kita. Membicarakan mereka akan sekolah dimana, memilih liburan di akhir pekan dengan mereka, membimbing mereka ketika beranjak dewasa dan mengalami pubertas. Biarkan mereka mengajak teman-temannya kerumah kita. Kita perlu tahu dengan siapa anak-anak kita bergaul.
Yang aku yakini hari ini, kamu sudah ada dan disiapkan Tuhan. Yang perlu aku lakukan adalah terus memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas pribadiku. Sampai jumpa, Tuan.

Dari wanita yang bersedia berada di sebelah kiri kemudimu


Aisha Nadya


#30HariMenulisSuratCinta #21 Selamat pagi, cik gu



#21 Selamat pagi, cik gu 

Hai, apa kabar anak-anak didikmu? Masih suka menemani mereka beribadah meskipun agamanya berbeda dengan kamu? senangnya, kamu bisa memahami keberagaman dalam kesatuan. Lalu apa kabar anak didikmu yang diduga mengalami Autis dan ADHD? Masih sulit fokus kah mereka, rasanya ingin cepat menyusun tesis dan melakukan penelitian disana.meskipun judul tesisku mengenai anak autis ditolak dan diminta menggantinya.

Sudah lama kita tidak saling bertegur sapa, agak sulit menulis surat untuk orang yang jarang berinteraksi denganku. Kemana saja kamu? Terlalu asyik dengan duniamu, sampai-sampai aku dilupakan. Hehehe , menyebalkan ya aku? Iya, seperti kamu yang kadang menyebalkan dan lupa waktu jika sudah dengan kekasihmu. Ups frontal sekali ya aku? Maafkan aku yang frontal, karena kadang kamu bebal dan tidak peka atas apa yang ingin aku sampaikan. Aku tidak harus tantrum seperti yang dialami anak autis kan agar kamu bisa memperhatikan? iya, aku ingin diperhatikan.

Masih susah tidur? Tidak apa daripada kamu susah bangun dan tidak pernah bangun. Hahahaha
Hentikan pemakaian obat tidurmu itu, atau kalau perlu aku bakar parik obatnya? Itu sungguh membahayakan. Bagaimana jika menghitung domba, emm bukan menghitung monyet saja agar kamu lekas tidur, diselingi Al Fatihah tentunya. Ah, perkara agama kamu jauh lebih handal daripada aku. Percayalah.


Menggelikan ya? Hati kita pernah tertambat di tempat yang sama namun kemudian berakhir juga. Ah sudahlah, tapi aku bahagia pernah menyesap kopi dalam satu meja, berteriak atas satu pertandingan, dan melihat jingga pada langit sore. See? Akhirnya aku sendiri lagi, eh tidak , tiak sendiri. Aku dan kamu punya sahabat yang ajaibnya mengalahkan keajaiban candi Borobudur Indonesia.

Banyak sekali yang ingin aku katakan, tentang iritabilita atau peka terhadap rangsang yang mungkin belum kamu miliki secara optimal. Iya, kamu kadang tidak memikirkan sekelilingmu, dingin sedingin salju, dan cuek seperti bebek. Cuek adalah hak kamu kan? tapi peduli juga adalah hak aku kan?

Aku masih ingat saat kamu ketakutan dan panik bekas cacar di wajahmu yang nyaris tanpa noda. Ketahuilah, kecantikan sempurna ada pada hati, seberapapun banyaknya bekas cacar di wajahmu sama sekali tidak ada pengaruhnya dengan kecantikan hati yang seharusnya kita miliki. Cerewet sekali ya aku ini?

Kamu ada di jantung Indonesia saat ini, jahat yah persaingan yang ada disana? Jahat mana dengan aku yang selalu berkata frontal dan terkesan original? Tidak, sama sekali tidak bermaksud menyakiti hati. Tapi bukti peduli bahwa kamu harus berubah. Manusia makhluk pembelajar kan? dan aku sangat yakin kamu masih manusia kan? hehehehehehe

Apa kabar kosan kamu jaman dulu ya? Itu kosan yang katanya di belakangnya ada penunggunya. Saat semester satu aku sering sekali kesitu, sampai pernah muntah-muntah gara-gara dismenoraku keterlaluan. Lalu segelas tes manis dari kamu sedikit meredakan, terima kasih ya 


Well, apa rencana kamu setelah ini? Tidak ada lamaran, pernikahan atau rencana menjadi nyonya X di tahun ini kan? Butuh kekuatan luar biasa untuk mengatur rencana selanjutnya, tapi aku yakin kamu lebih kuat dari Gajah Mada yang sanggup mempersatukan nusantara. Sadarkah, patah hati mengajarkan kita bahwa cinta tak hanya dari si dia. Menjijikan ya bahasaku? Tapi ada “rumah” bagi kita yang siap memeluk saat rapuh, pundak-pundak untuk menangis, tangan yang kuat untuk menegarkan, dan tawa yang keras saat kita mendapatkan kebahagiaan. Tahukah siapa mereka? Para tujuh wanita selain kita yang sungguh luar biasa. Sadarilah, mereka berharga.

Dari Manusia Berlidah Frontal untuk menajamkan iritabilita

Aisha Nadya yang belum menjadi nyonya

Rabu, 19 Februari 2014

surat (penuh) cinta dari nadia

Malam Aisha..
Sudah terlelapkah malam ini? Sepertinya sudah..setelah beberapa menit tadi kita ber-whatsapp ria yg tidak penting tentunya. Eh,tapi itu penting-menurutku,karena apapun yg dibicarakn dengamu itu penting.
Ya,seperti kamu yang selalu menganggap penting segala urusanmu,terlebih orang-orang sekitarmu. Aisha,yang luar biasa ceria,menyenangkan diajak kemana saja dan dengan siapa saja dan asyik membicarakan apa saja,mungkin hal2 porno sekalipun,eh,buka kartu!hahaha..
Tapi,apapun yang kita pernah bicarakan dan lakukan bersama,bukan seperti tato yg ada dipinggir pantai itu, Aisha. Hanya sementara dan terhapus begitu saja. Entah harus aku sebut apa namanya, yang jelas mungkin aku membutuhkan waktu beratus,wow tidak beribu, ah tidak juga,entah berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melupakan setiap hal denganmu,tapi itu tidak mungkin terjadi. Kamu terlalu indah untuk dilupakan, Aisha. 
Benar katamu,kita selalu berselisih paham,pendapat,bahkan kita mau makan apapun bertolak belakang. Aku si pemakan daging sementar kamu si pemakan daun-daunan. Itu semua menjadi pelengkap, Aisha. Kamu pelengkap ketika aku tidak bisa mengendarai motor,pelengkap ketika aku tidur sendirian, dan pelengkap ketika melakukan ke-geje-an. Ya,aku senang ketika kita melakukan hal-hal gila,kamu partner terbaikku. Berteriak di jembatan kesayangan Bandung itu salah satunya-pasupayi. Terimakasih Aisha,karena kamu selalu bersedia mengantarku meski hanya untuk sekedar melewati jembatan itu. 
Aisha, hidup itu memang penuh misteri ya,sama sepertimu. Pagi-pagi kamu bisa tersenyum bahkan tertawa keras di lorong kelas lt.3 FIP lama UPi itu,tapi sore hari,kamu bisa menghabiskan airmatamu di kamar nomer 6 jln.gerlong gorang no.27. Tapi aku tidak pernah keberatan jika aku harus berbagi kasur,bantal,guling,odol,sabun bahkan kita pernah tertukar celana dalam denganmu,ah memalukan.hahaha.. 
Manusia diberikan cobaan dengan kesedihan dan kesenangannya kan,Aish? Semoga kita tidak pernah menjadi manusia yang lupa bersyukur ketika kita senang, dan manusia yang lupa untuk bersabar ketika kita sedih yaa, Aisha. Masa lalu akan selalu memberikan pelajaran,masa depan akan selalu memberikan kecemasan, tapi kita wanita masa kini, bukan?*selalu semangat dengan kata2mu ini di grup whatsapp kita* 
Aisha, kamu adalah wanita cantik,cerdas,solehah luar biasa-dimataku. Semoga orang-orang sependapat dan Tuhan sependapat denganku. Apapun yang terjadi dalam hidupmu,semoga membuatmu semakin dewasa,dan apa-apa yang menjadi impianmu semoga segera terwujud. Lelakimu kelak,sungguh beruntung mendapatkan istri-able & ibu-able untuk anak-anaknya kelak. 
Aisha,masih banyak hal yang ingin aku bagi,tapi ternyata waktu sudah menunjukan pukul 01.00,aku harus tidur, Aisha. Ya,aku harus bangun dalam mimpi-sekarang aku tidak benci mimpi, Aisha, tapi masih mempertanyakan *curcol*.
Terimakasih untuk apa-apa yang telah kamu berikan, maaf untuk apapun yang tidak berkenan. Semoga kamu tidak pernah bosan mendengar cerita tidak pentingku,dan selalu bersabar dengan apa yang ada dalam diriku. 
Jika ada kata yang lebih dari 'luar biasa' aku akan berikan padamu, Aisha. Maaf,aku tidak bisa membuat surat (penuh) cinta sepertimu. Maka, terimalah apa adanya surat (penuh) cinta ini, Aisha. Meski hanya hamburan kata, aku berharap itu bermakna.
Selamat malam, selamat terbangun dalam mimpi. Sampaikan salam hangat untuk keluargamu. Tetap mengagumkan dan out of the box.

Balasan surat (penuh) cintaku 
Nadia Aulia Nadhirah.

Bandung, 20 Februari 2014 
01.00 WIB

#30HariMenulisSuratCinta #20 selamat bertambah usia, Arimbi.



#20 selamat bertambah usia, Arimbi.

kepada meillyza larassaty nurarimbi, ah nama yang indah sekali. Agak sulit dimengerti, tapi tidak sesulit kamu mengerti aku Cha. Kamu memang wanita pengertian.  Arimbi adalah ibunda dari Gatot kaca kan? si otot kawat tulang besi? Arimbi menikah dengan Bima, yang amat bijaksana dan gagah. Beruntunglah kamu Cha, kelak pasti akan datang Bima-mu dan melahirkan anak hebat, sehebat Gatotkaca. Apa kabar Cilegon? Pasti panas kan? Malang juga panas. Hey kapan kita terakhir bertemu? bolehkah aku mengulang atau mengenang sedikit waktu yang aku habiskan bersama kamu?

selalu, setiap malam di kamar dengan warna merah muda itu kamu telungkup dan memegang ponselmu. Ada apakah gerangan Cha di ponsel milikmu itu? kita selalu bisa tertawa bahkan menangis bersama di kamarmu, tidak peduli dengan televisi yang terus menerus kamu nyalakan. Ah kamu memang penakut, tidak bisa tertidur tanpa suara televisi. Hahahaha
kamu, pernah menangis karena hilang file. Aku pun sama. Tapi entah ya Cha, kita berdua memang cengeng tapi sama-sama bisa saling menguatkan. Ajaib bukan? Bagiku itu ajaib. Se-ajaib banyaknya nama Budi di kehidupan kamu Cha. Masih suka minum air es? Hentikan kebiasaan burukmu itu Cha, nanti kamu gampang flu atau sakit tenggorokan, apalagi kamu sangat suka coklat.

Kamu orang yang tiak pernah bosan mendengar cerita aku di malam hari, bertemu dengan si pria ini, di PHP sama si ini, atau diteror si anu. Ah Icha, lalu kita tertawa tentang kebodohan yang pernah kita lakukan. Aku rindu suara toa-mu yang kerasnya mengalahkan suara toa Masjid daarut Tauhid. Aku juga rindu kemping dengan kamu, rindu menjahili adik-adik tingkat kita yang beberapa diantaranya cengeng. Hanya mereka tidak tahu kalau kita juga sebenarnya kadang cengeng tapi sok-sokan memasang tampang galak. Hahahahah

Masih tidak suka sayur? Hey, serat itu penting untuk tubuh kamu Cha. Sepenting persiapan sidang yang kita lakukan, sepenting curiculum vitae yang kita tulis di satu hari sebelum kita menghadiri job fair. Jaga kesehatan kamu yah Cha, sok perhatian ya aku? Tapi aku peduli akan kesehatan kamu. seperti peduli kamu yang mengirimkan Whatsapp di malam hari “hey bencong, lagi apa kamu? jangan galau” hahahaha bilang saja kamu rindu aku Cha, karena aku juga sangat amat  rindu pada kamu. kapan kamu main ke kota aku Cha?

Kita pernah menangis dan menghasilkan satu karya, sebut saja skripsi. Bolehkah aku mengenang masa itu? memeluk kamu pasca sidang? Kamu cantik, mengenakan blazer coklat, rok pendek dengan rambut diikat. Kamu ketakutan saat akan sidang, lalu menangis setelah keluar dari ruang sidang. Cha, air matamu terlalu berarti untuk semua yang kamu tangisi. See? Setelah sidang apa yang terjadi? Kita masih menjadi manusia yang sama, tanpa kekurangan apapun kan? kita masih bisa tertawa mendapatkan kertas kuning yang bertuliskan bahwa kita berhasil melewati sidang kan? ah ichaaaaa aku rindu masa-masa itu. bagaimana dengan kamu? rindu kah dengan makroni di SD isola? Rindukah dengan limamu? Sialan, aku menitikkan air mata menuliskan surat ini. Aku rindu kamu Cha.

Hey Arimbi ku, hari ini kamu ulang tahun. Ke berapa? Jadi kapan kamu menikah? Hahahaha selamat ulang tahun Icha sayang, maaf tidak ada cake coklat atau boneka pink yang bisa aku berikan. Hanya sepucuk surat cinta di hari ke-20ku menulis. Ini hadiah untuk kamu, tidak berharga mungkin buat kamu. tapi sungguh Cha, surat ini aku tulis sebagai bukti aku mencintai kamu. seperti kamu mencintai warna pink dalam memilih semua barang pengisi kamarmu.

Kepada Arimbi, semoga kamu cepat disunting Bima-mu

Aisha Nadya.

#30HariMenulisSuratCinta #19 kamu ijjah si penyuka lagu gambar gajah



#19 kamu ijjah si penyuka lagu gambar gajah

Selamat ulang tahun ijjah,
Bagaimana? Terkejut dengan teddy bear dan setangkai mawar merah?
Kita pernah punya resolusi. Menginjakkan kaki di Jerman, entah untuk apa.  Entah hanya menumpang makan tutug oncom atau hanya mencari sebotol tauco. Sepertinya surat ini ditulis dengan otak yang setengah, hati yang setengah, iya kita memang manusia setengah-setengah. Setengah dari kita ada pada jodoh yang Tuhan turunkan entah kapan. menjijikan bukan menjadi dewasa? Menggelikan bukan meninggalkan remaja? Ternyata permasalahan bukan hany mengenai ekstrakurikuler di sekolah, pementasan drama di gedung kesenian, atau ngeceng kakak kelas di kelas sebelah.

Iya jah, hidup tidak sesempit itu kan? kita harus mengkaji etika dan estetika.
Kamu tidak perlu takut melangkah, tidak perlu gentar digertak amarah atau ciut ketika dianggap lemah. Karena cinta buat kamu mungkin terdiri dari ikan bumbu kuning yang bersanding dengan tempe goreng ditambah sambel terasi. Cinta itu simpel kan jah? Tidak melulu membuat kamu ruwet atau pusing, bagaikan kebakaran jenggot. Ups, kamu sensitif dengan jenggot dan brewok. Tenang saja, aku sedang membicarakan santa klaus yang tersesat lalu jatuh di cerobong asap kemudian terbakar tungku dan menghilang di kegelapan.

Cinta itu serius, seserius kamu yang belajar memasak dan membina diri menjadi wanita yang siap diperistri pria hebat. Bagaimana? Sudah berapa resep masakan yang kamu uji cobakan? Berapa banyak lidah yang kamu puaskan ijjah? Senang sekali menjadi pria yang bisa bersanding dengan kamu. cantik, pandai berdandan, bisa memasak, ah bodoh sekali yang menyia-nyiakan kamu. tidak kalah dungu dengan kerbau yang dicucuk hidung.

Hey, seperti apa rasa pizza remo sekarang? Pasti manis kan? tapi mungkin kalah manisnya dengan manusia yang kamu tatap matanya saat makan pizza. Kamu tidak pantas disia-siakan, sama seperti tukang cilok yang lewat di depan komplek. Ah, apa pula aku membandingkan kamu dengan datangnya tukang cilok. Tukang cilok kan ditunggu-tunggu. Tapi kamu memang tidak pantas untuk dilewatkan, seperti baso tahu dan siomay khas Bandung yang selalu ingin aku hampiri jika liburan telah datang.

Sudahlah ijjah, akan mencari yang seperti apa lagi kamu ini?
Pria itu tidak perlu tampan, mapan, punya ini itu, bekerja di kantoran, kyai dari salah satu pesantren, atau bermobil mewah. Pria cukup mempunyai tanggung jawab yang bisa diandalkan. Karena estafet kedua orang tua dari seorang anak perempuan akan dilimpahkan pada pria yang kita yakini sebagai partner hidup kita. Sok tahu sekali ya aku ini? Banyak bicara...hahahaha

Ijjah, kamu beranjak dewasa kini. Dulu, kita hanya membicarakan akan main apa, peralatanmasak-masakan apa yang akan kita pakai, atau kamu yang selalu menyebalkan ketika menangis jejeritan. Kini kamu tumbuh menjadi gadis dewasa yang cantik, bahkan bisa mempercantik aku ketika wisuda. Luar biasa....
Yang terpenting, bukan berapa tahun kamu hidup. Namun berapa banyak hidup dalam tahun-tahun kamu.
Hey ijjah,

Selamat ulang tahun.