Selasa, 11 Februari 2014

#30HariMenulisSuratCinta #12 Kepadanya yang tidak bisa dibohongi, Nurani



#12 Kepadanya yang tidak bisa dibohongi, Nurani

Selamat Pagi, Nurani, peluk cium dari jauh untuk kamu.
12 Tanggal lahir kamu kan?
Ini hari kedua belas aku menulis surat cinta.
Apa kabar Cimahi? Sudah punya lampu stopan kah kini? Hahahaha apa kabar pemkot? Masih ada lampu yang membuat aku melongo ketika pertama kali melihatnya?

Nurani, kamu memang orang yang tak pantas dan tak bisa dibohongi. Secara harfiah namamu adalah bagian terkecil dari hati yang dimiliki manusia. Aku rindu berlari mengelilingi lapangan Brigif kota Cimahi dengan kamu. Di sini, di Malang jogging tracknya tidak seindah Brigif dan aku belum mendapatkan partner untuk berolahraga, berkeringat dan mau berpanas-panasan seperti kamu.

Hey, kamu harus banyak minum supaya ginjalmu tidak kambuh lagi. Semua keluargaku selalu ingat kamu, iya Nurani punya suara yang khas. Lucu, imut, seperti gadis SMP yang sedang puber. Jadi, masih suka nongkrong di lapangan softball kampus? Tempat ter-Cozy versi kita kan itu? eh apa kabar si Mput? Motor Mio mu yang selalu setia. Andai Mput adalah pria, sudah aku pacari saja dia. 

Kamu, yang selalu bersedia menjemputku ketika tiba di Bandung. Kamu juga yang selalu bersedia mengantarku ketika akan meninggalkan Bandung. Hati kamu terbuat dari apa Nurani? Lembut bak gula-gula kapas, manis. Sungguh bodoh jika ada pria yang berani menyia-nyiakan kamu. Iya, sekali lagi aku bilang “Bodoh”. Pria memang begitu Nurani, semasa muda mereka ingin bersama wanita berbadan kerempeng, berkulit putih bak tembok yang baru di cat, rambut panjang berwarna bak harum manis, berbehel, dan selalu berbaju seksi. Tapi jika mereka sudah sadar , bahwa mereka butuh rumah untuk pulang. Kejam ya? Begitulah mereka. Tapi janji Tuhan adalah pasti. Ketika kamu melepas atau dilepas oleh seseorang, Tuhan akan menjanjikan memberikan yang lebih baik. Mari sabar menunggunya, Nurani.

Aku rindu berenang.
Ah, banyak sekali yang aku rindukan. Kamu partner terhebatku ketika berolahraga. Meskipun jika berenang yang bisa kita lakukan hanyalah gaya katak dan gaya anjing. Yang penting kita tertawa setelahnya. Bagaimana masakan kamu? Ayam goreng bumbu kuningmu itu enak sekali. Di Malang mana ada yang seperti itu. Kamu rindu pantai? Selalu ada benda yang kau bawa ketika pulang liburan, entah itu gelang, kalung, atau apapun. Iya, kamu memang dermawan. Selalu ingat akan sahabat. Tidak salah kan jika pagi ini aku ingat kamu?

Agak sensitif memang ketika menanyakan ini padamu, apa kabar skripsimu? Ayolah, aku ingin mendampingi kamu memakai toga. Aku berjanji untuk pulang jika kamu wisuda. Manusia cerdas seperti kamu sangat layak memakai toga, melenggang di Gymnasium lalu menerima banyak bunga. Ayo bayangkan hari itu terlebih dahulu, lalu mundur membayangkan hari ketika kamu sidang skripsi, lalu mundur bayangkan ketika kamu mengerjakan skripsi. Sekarang, mulailah membuka laptopmu dan mengerjakan barang selembar atu dua lembar skripsimu. Aku sayang kamu nurani. Bahkan seisi planet Uranus dan Saturnus pun kuberi tahu, bahwa aku peduli dengan kamu, dengan skripsi kamu. Karena kamu mahasiswa cerdas, bahkan lebih cerdas daripada aku.

Berapa purnama yang kita lewati bersama? Berapa jalanan yang kita lewati? Berapa keliling lapangan yang kita lalui dengan berlari? Berapa banyak surabi yang kita makan? Rasanya akan kalah banyak dengan rindu aku akan kamu.
Tertanda

Aku dan keringatku yang rindu kamu :*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar