Rabu, 19 Februari 2014

#30HariMenulisSuratCinta #17 Kembang Kuncup dambaan Bang Kincup



#17 Kembang Kuncup dambaan Bang Kincup

Halo gadis yang bernama Nika tanpa hurup H.
Ini hari ketujuhbelas aku menulis surat. Kenapa kepada kamu? karena orang bilang sweet seventeen. Angka tujuh belas yang manis untuk wanita manis seperti kamu. apa kabar bang kincup mu? Kamu masih selalu menjadi kembang kuncup kan? kuncup berarti belum disunting hihihihi.

Apa kabar Kalimantan? Nampaknya daerah asalmu aman dari gempa bumi, letusan gunung berapi dan banjir bandang. Bagaimana kalau kamu ajak aku kesana? Aku ingin melihat seperti apa suku Dayak. Barangkali ada pangeran suku Dayak yang bisa aku teliti lalu akan menikahi aku? Ah, aku ini pengkhayal tingkat tinggi. Kadar khayalanku mahir sekali kan? semahir kamu mengerjakan soal-soal statistik yang sulit aku mengerti.

Belakangan aku baru tahu, kita amat banyak kesamaan. Mulai dari tidak tahan di ruangan ber-AC lama-lama, sama-sama korban tangkuban perahu. Konon Nika, barangsiapa pergi dengan teman dekatnya ke Tangkuban Perhu cintanya akan kandas. Entahlah, mungkin Sangkuriang ingin banyak wanita seperti aku menjadi jomblo saja. Ah sudahlah, tidak penting membahas masa lalu kan? kita tidak melulu harus percaya pada Sigmund Freud. Iya kan?

Bagaimana? Masih tertarik dengan aerobik atau yoga? Tapi aku lebih ingin berlari di tengah terik matahari. Berkeringat dan membuat badan kerempeng seperti lidi. Tenanglah Nika, dua bulan lagi badan kita akan kembali kurus. Tepatnya, badan kamu. susah sekali untuk aku menjadi kurus, sesusah kamu jika diminta menghapus jejak bang kincup di otakmu. Hahahahaha
Aku paham kenapa kamu tidak suka permen, karena permen akan iri pada kamu. iya,permen kalah manis dengan kamu. gombal yah? Aku memang gombal.

Aku berecak kagum pada kamu. bagaimana bisa tetap mencintai orang yang sama dengan jarak yang cukup jauh jika ditempuh. Tanpa ragu atau rasa yang bisa meruntuhkan keyakinan kamu. ah, aku pernah mengira kamu wanita jutek. Ternyata kita punya kesamaan, jika diam tidak bicara kita akan dinilai jutek, judes, makanya kita harus banyak berbicara agar kekonyolan kita dapat disalurkan. Hey, kita konyol? Anehkah? Ah, tidak Nika. Kita perlu melakukan hal konyol ketika muda, agar jika sudah tua banyak hal yang dapat kita tertawakan.

Hey, mari hidup sehat. Bagaimana? Masih terkesima dengan orang yang menenteng seikat bayam dari pasar jombang? Hahahaha seru mungkin ya jika kita tinggal seatap? Aku akan bereksperimen dengan macam-macam masakan sayuran hijau dan kamu harus memakannya. Hahahah, kuracuni kamu.

Ehem, apa kabar mi setan? Ayolah..jangan pearnah mau mengalah denga setumpuk mi yang rasanya memekakan telinga. Hahahahah., aku selalu tertawa jika ingat hal itu. ah, kamu memang pandai melucu, bercerita tentang hal konyol dengan muka lempeng. Jadi, kapan videomu muncul di youtube? Vkamu yang selalu berada di belakang kamera video. Hahahaha

Jelaskan padaku apa hubungannya antara Mikha tambayong dengan kamu? tidak ada ya? Lalu jika hubunganmu dengan pria di kelas sebelah? Aduh mas kincup tolong jangan kutuk aku dengan beton.

Ya..ya..ya..dengan siapapun kamu (semoga dengan mas kincup) akan bersanding kelak. Undang aku ya? Aku ingin menjelajah Borneo, berfoto di rawa, atau mengendarai speedboat.

Hey, apa kabar menabung kita?
Mari, Bali sudah di depan mata.
Hari ini aku melihat bengkak di mata kamu. ah, kamu tidak habis menangis kan? kamu hanya dikencingi kecoa kan? tapi, jika kamu menangis jari aku siap menghapus air mata kamu kok

Regards,

Aisha :*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar