#17 Kembang Kuncup dambaan Bang Kincup
Halo gadis yang bernama Nika tanpa hurup H.
Ini hari ketujuhbelas aku menulis surat. Kenapa kepada kamu?
karena orang bilang sweet seventeen. Angka tujuh belas yang manis untuk wanita
manis seperti kamu. apa kabar bang kincup mu? Kamu masih selalu menjadi kembang
kuncup kan? kuncup berarti belum disunting hihihihi.
Apa kabar Kalimantan? Nampaknya daerah asalmu aman dari
gempa bumi, letusan gunung berapi dan banjir bandang. Bagaimana kalau kamu ajak
aku kesana? Aku ingin melihat seperti apa suku Dayak. Barangkali ada pangeran
suku Dayak yang bisa aku teliti lalu akan menikahi aku? Ah, aku ini pengkhayal
tingkat tinggi. Kadar khayalanku mahir sekali kan? semahir kamu mengerjakan
soal-soal statistik yang sulit aku mengerti.
Belakangan aku baru tahu, kita amat banyak kesamaan. Mulai dari
tidak tahan di ruangan ber-AC lama-lama, sama-sama korban tangkuban perahu. Konon
Nika, barangsiapa pergi dengan teman dekatnya ke Tangkuban Perhu cintanya akan
kandas. Entahlah, mungkin Sangkuriang ingin banyak wanita seperti aku menjadi
jomblo saja. Ah sudahlah, tidak penting membahas masa lalu kan? kita tidak
melulu harus percaya pada Sigmund Freud. Iya kan?
Bagaimana? Masih tertarik dengan aerobik atau yoga? Tapi aku
lebih ingin berlari di tengah terik matahari. Berkeringat dan membuat badan
kerempeng seperti lidi. Tenanglah Nika, dua bulan lagi badan kita akan kembali
kurus. Tepatnya, badan kamu. susah sekali untuk aku menjadi kurus, sesusah kamu
jika diminta menghapus jejak bang kincup di otakmu. Hahahahaha
Aku paham kenapa kamu tidak suka permen, karena permen akan
iri pada kamu. iya,permen kalah manis dengan kamu. gombal yah? Aku memang
gombal.
Aku berecak kagum pada kamu. bagaimana bisa tetap mencintai
orang yang sama dengan jarak yang cukup jauh jika ditempuh. Tanpa ragu atau
rasa yang bisa meruntuhkan keyakinan kamu. ah, aku pernah mengira kamu wanita
jutek. Ternyata kita punya kesamaan, jika diam tidak bicara kita akan dinilai
jutek, judes, makanya kita harus banyak berbicara agar kekonyolan kita dapat
disalurkan. Hey, kita konyol? Anehkah? Ah, tidak Nika. Kita perlu melakukan hal
konyol ketika muda, agar jika sudah tua banyak hal yang dapat kita tertawakan.
Hey, mari hidup sehat. Bagaimana? Masih terkesima dengan
orang yang menenteng seikat bayam dari pasar jombang? Hahahaha seru mungkin ya
jika kita tinggal seatap? Aku akan bereksperimen dengan macam-macam masakan
sayuran hijau dan kamu harus memakannya. Hahahah, kuracuni kamu.
Ehem, apa kabar mi setan? Ayolah..jangan pearnah mau
mengalah denga setumpuk mi yang rasanya memekakan telinga. Hahahahah., aku
selalu tertawa jika ingat hal itu. ah, kamu memang pandai melucu, bercerita
tentang hal konyol dengan muka lempeng. Jadi, kapan videomu muncul di youtube? Vkamu
yang selalu berada di belakang kamera video. Hahahaha
Jelaskan padaku apa hubungannya antara Mikha tambayong
dengan kamu? tidak ada ya? Lalu jika hubunganmu dengan pria di kelas sebelah? Aduh
mas kincup tolong jangan kutuk aku dengan beton.
Ya..ya..ya..dengan siapapun kamu (semoga dengan mas kincup)
akan bersanding kelak. Undang aku ya? Aku ingin menjelajah Borneo, berfoto di
rawa, atau mengendarai speedboat.
Hey, apa kabar menabung kita?
Mari, Bali sudah di depan mata.
Hari ini aku melihat bengkak di mata kamu. ah, kamu tidak
habis menangis kan? kamu hanya dikencingi kecoa kan? tapi, jika kamu menangis
jari aku siap menghapus air mata kamu kok
Regards,
Aisha :*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar