Rabu, 19 Februari 2014

#30HariMenulisSuratCinta #20 selamat bertambah usia, Arimbi.



#20 selamat bertambah usia, Arimbi.

kepada meillyza larassaty nurarimbi, ah nama yang indah sekali. Agak sulit dimengerti, tapi tidak sesulit kamu mengerti aku Cha. Kamu memang wanita pengertian.  Arimbi adalah ibunda dari Gatot kaca kan? si otot kawat tulang besi? Arimbi menikah dengan Bima, yang amat bijaksana dan gagah. Beruntunglah kamu Cha, kelak pasti akan datang Bima-mu dan melahirkan anak hebat, sehebat Gatotkaca. Apa kabar Cilegon? Pasti panas kan? Malang juga panas. Hey kapan kita terakhir bertemu? bolehkah aku mengulang atau mengenang sedikit waktu yang aku habiskan bersama kamu?

selalu, setiap malam di kamar dengan warna merah muda itu kamu telungkup dan memegang ponselmu. Ada apakah gerangan Cha di ponsel milikmu itu? kita selalu bisa tertawa bahkan menangis bersama di kamarmu, tidak peduli dengan televisi yang terus menerus kamu nyalakan. Ah kamu memang penakut, tidak bisa tertidur tanpa suara televisi. Hahahaha
kamu, pernah menangis karena hilang file. Aku pun sama. Tapi entah ya Cha, kita berdua memang cengeng tapi sama-sama bisa saling menguatkan. Ajaib bukan? Bagiku itu ajaib. Se-ajaib banyaknya nama Budi di kehidupan kamu Cha. Masih suka minum air es? Hentikan kebiasaan burukmu itu Cha, nanti kamu gampang flu atau sakit tenggorokan, apalagi kamu sangat suka coklat.

Kamu orang yang tiak pernah bosan mendengar cerita aku di malam hari, bertemu dengan si pria ini, di PHP sama si ini, atau diteror si anu. Ah Icha, lalu kita tertawa tentang kebodohan yang pernah kita lakukan. Aku rindu suara toa-mu yang kerasnya mengalahkan suara toa Masjid daarut Tauhid. Aku juga rindu kemping dengan kamu, rindu menjahili adik-adik tingkat kita yang beberapa diantaranya cengeng. Hanya mereka tidak tahu kalau kita juga sebenarnya kadang cengeng tapi sok-sokan memasang tampang galak. Hahahahah

Masih tidak suka sayur? Hey, serat itu penting untuk tubuh kamu Cha. Sepenting persiapan sidang yang kita lakukan, sepenting curiculum vitae yang kita tulis di satu hari sebelum kita menghadiri job fair. Jaga kesehatan kamu yah Cha, sok perhatian ya aku? Tapi aku peduli akan kesehatan kamu. seperti peduli kamu yang mengirimkan Whatsapp di malam hari “hey bencong, lagi apa kamu? jangan galau” hahahaha bilang saja kamu rindu aku Cha, karena aku juga sangat amat  rindu pada kamu. kapan kamu main ke kota aku Cha?

Kita pernah menangis dan menghasilkan satu karya, sebut saja skripsi. Bolehkah aku mengenang masa itu? memeluk kamu pasca sidang? Kamu cantik, mengenakan blazer coklat, rok pendek dengan rambut diikat. Kamu ketakutan saat akan sidang, lalu menangis setelah keluar dari ruang sidang. Cha, air matamu terlalu berarti untuk semua yang kamu tangisi. See? Setelah sidang apa yang terjadi? Kita masih menjadi manusia yang sama, tanpa kekurangan apapun kan? kita masih bisa tertawa mendapatkan kertas kuning yang bertuliskan bahwa kita berhasil melewati sidang kan? ah ichaaaaa aku rindu masa-masa itu. bagaimana dengan kamu? rindu kah dengan makroni di SD isola? Rindukah dengan limamu? Sialan, aku menitikkan air mata menuliskan surat ini. Aku rindu kamu Cha.

Hey Arimbi ku, hari ini kamu ulang tahun. Ke berapa? Jadi kapan kamu menikah? Hahahaha selamat ulang tahun Icha sayang, maaf tidak ada cake coklat atau boneka pink yang bisa aku berikan. Hanya sepucuk surat cinta di hari ke-20ku menulis. Ini hadiah untuk kamu, tidak berharga mungkin buat kamu. tapi sungguh Cha, surat ini aku tulis sebagai bukti aku mencintai kamu. seperti kamu mencintai warna pink dalam memilih semua barang pengisi kamarmu.

Kepada Arimbi, semoga kamu cepat disunting Bima-mu

Aisha Nadya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar