#21 Selamat pagi, cik gu
Hai, apa kabar anak-anak didikmu? Masih suka menemani mereka
beribadah meskipun agamanya berbeda dengan kamu? senangnya, kamu bisa memahami
keberagaman dalam kesatuan. Lalu apa kabar anak didikmu yang diduga mengalami
Autis dan ADHD? Masih sulit fokus kah mereka, rasanya ingin cepat menyusun
tesis dan melakukan penelitian disana.meskipun judul tesisku mengenai anak
autis ditolak dan diminta menggantinya.
Sudah lama kita tidak saling bertegur sapa, agak sulit
menulis surat untuk orang yang jarang berinteraksi denganku. Kemana saja kamu?
Terlalu asyik dengan duniamu, sampai-sampai aku dilupakan. Hehehe , menyebalkan
ya aku? Iya, seperti kamu yang kadang menyebalkan dan lupa waktu jika sudah
dengan kekasihmu. Ups frontal sekali ya aku? Maafkan aku yang frontal, karena
kadang kamu bebal dan tidak peka atas apa yang ingin aku sampaikan. Aku tidak
harus tantrum seperti yang dialami anak autis kan agar kamu bisa memperhatikan? iya, aku ingin diperhatikan.
Masih susah tidur? Tidak apa daripada kamu susah bangun dan
tidak pernah bangun. Hahahaha
Hentikan pemakaian obat tidurmu itu, atau kalau perlu aku
bakar parik obatnya? Itu sungguh membahayakan. Bagaimana jika menghitung domba,
emm bukan menghitung monyet saja agar kamu lekas tidur, diselingi Al Fatihah
tentunya. Ah, perkara agama kamu jauh lebih handal daripada aku. Percayalah.
Menggelikan ya? Hati kita pernah tertambat di tempat yang
sama namun kemudian berakhir juga. Ah sudahlah, tapi aku bahagia pernah
menyesap kopi dalam satu meja, berteriak atas satu pertandingan, dan melihat
jingga pada langit sore. See? Akhirnya aku sendiri lagi, eh tidak , tiak
sendiri. Aku dan kamu punya sahabat yang ajaibnya mengalahkan keajaiban candi
Borobudur Indonesia.
Banyak sekali yang ingin aku katakan, tentang iritabilita
atau peka terhadap rangsang yang mungkin belum kamu miliki secara optimal. Iya,
kamu kadang tidak memikirkan sekelilingmu, dingin sedingin salju, dan cuek
seperti bebek. Cuek adalah hak kamu kan? tapi peduli juga adalah hak aku kan?
Aku masih ingat saat kamu ketakutan dan panik bekas cacar di
wajahmu yang nyaris tanpa noda. Ketahuilah, kecantikan sempurna ada pada hati,
seberapapun banyaknya bekas cacar di wajahmu sama sekali tidak ada pengaruhnya
dengan kecantikan hati yang seharusnya kita miliki. Cerewet sekali ya aku ini?
Kamu ada di jantung Indonesia saat ini, jahat yah persaingan
yang ada disana? Jahat mana dengan aku yang selalu berkata frontal dan terkesan
original? Tidak, sama sekali tidak bermaksud menyakiti hati. Tapi bukti peduli
bahwa kamu harus berubah. Manusia makhluk pembelajar kan? dan aku sangat yakin
kamu masih manusia kan? hehehehehehe
Apa kabar kosan kamu jaman dulu ya? Itu kosan yang katanya
di belakangnya ada penunggunya. Saat semester satu aku sering sekali kesitu,
sampai pernah muntah-muntah gara-gara dismenoraku keterlaluan. Lalu segelas tes
manis dari kamu sedikit meredakan, terima kasih ya
Well, apa rencana kamu setelah ini? Tidak ada lamaran,
pernikahan atau rencana menjadi nyonya X di tahun ini kan? Butuh kekuatan luar
biasa untuk mengatur rencana selanjutnya, tapi aku yakin kamu lebih kuat dari
Gajah Mada yang sanggup mempersatukan nusantara. Sadarkah, patah hati
mengajarkan kita bahwa cinta tak hanya dari si dia. Menjijikan ya bahasaku? Tapi
ada “rumah” bagi kita yang siap memeluk saat rapuh, pundak-pundak untuk
menangis, tangan yang kuat untuk menegarkan, dan tawa yang keras saat kita
mendapatkan kebahagiaan. Tahukah siapa mereka? Para tujuh wanita selain kita
yang sungguh luar biasa. Sadarilah, mereka berharga.
Dari Manusia Berlidah Frontal untuk menajamkan iritabilita
Aisha Nadya yang belum menjadi nyonya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar