#25 Re : Diversity become University
Hai nona cantik berkacamata berbehel dan berponi. Malang dingin
malam ini, sedingin kue putu yang udah aku beli. Kayaknya mau basi. Eh aku bertemu
si Mahapatih Gajah Mada dengan gada di bahu kanannya, masihkah kamu kesal pada
dia? Geram? Atau apalah perasaan yang kamu rasakan? Aku hanya menaruh geram Kiky,
semacam geram pada orang yang hendak bergerilya mendapatkan hati kita padahal
kemudian hanya singgah, mereka pikir hati kita halte ya? Hanya pemberhentian
sementara? Atau mereka pikir hati kita dufan, bisa dijadikan wahana permainan. Ah
Kiky, lelaki memang begitu, aku sempat berpikir kenapa lesbian semakin banyak,
karena pria semakin merajai dan membodohi wanita. Susah juga ketika tombol hati
menyala lebih lama daripada tombol otak. Menyebalkan ya?
Kiky, boys always be boys. Right?
Kenapa jadi membahas gender? kenapa membahas perbedaan?
Ini surat cinta? Bukan Kiky, ini surat misuh.
Aku tidak bisa menulis surat seindah kamu, semagis kamu,
yang menyihir pembaca dengan mantra-mantra ditiupkan lewat jari yang menari
diatas keyboard.
Apa kabar hati kamu? bagaimana lutung yang sudah dilepaskan
di hutan belantara? Masihkah ia bisa makan? Eh masihkah ia memakan buah? Atau ada
lutung yang lain? Serupa siamang bahkan wau-wau atau kera Jawa?
Oh iya ky, lagi-lagi
berbicara mengenai perasaan.
Perasaan wanita ternyata mudah sekali digoyahkan. Menemukan orang
yang bisa menganggap aku normal adalah keajaiban bagiku. Kamu salah satunya. Normal
ketika menapaki bukit Burangrang dengan bernyanyi Cherrybelle, normal ketika
aku ingin berfoto di rumah peribadatan semua agama tanpa dianggap hina dina dan
mendustakan tauhidku, mendustakan keimananku. Karena iman adalah sebuah
relationship antara aku dan Tuhanku kan Ky?
Aku masih punya impian,
aku masih ingin mengamini Al Fatihah imamku dan berada pada posisi satu
shaf di belakangnya. Kamu yang pernah bilang “Tidurlah Aisha, pangeranmu
menunggu Cinderellanya tertidur” Kamu kenal dengan pangeran itu Ky? Tidaklah perlu
mengendarai kuda putih seperti di negeri dongeng, lebih baik jika mengendarai
Pajero Sport putih *ditoyor Kiky*
Bukan apa yang mereka kendarai, tapi lebih ke bagaimana
mereka mengendarai hati kita. Iya, pria perlu punya kemudi kan Ky? Dan aku
navigatornya, berada di sebelah kiri, mengingatkan jika ada tikungan tajam,
bernyanyi agar ia tidak mengantuk, lalu memijat kepalanya ketika kemacetan ada
di depan mata. Hey, apa yang kita bicarakan sebenarnya?
Aku sedang kacau Ky, sekacau judul tesis aku yang ditolak
dosen. Sekacau aku yang ternyata mengigau di malam hari, sekacau rambut aku
yang belakangan rontok di lantai kosan. Ini surat apa sih sebenarnya?
Kiky, jodoh itu
perihal mencari dan ditemukan kan?
*ditulis dengan perasaan bak anak kecil yang balon hijaunya
meletus
Jodoh itu perihal gembok dan anak kunci. Berdoa saja tak banyak tukang duplikat kunci sehingga tak banyak jodoh-jodoh palsu yang berkeliaran :')
BalasHapusjodoh itu ibaratkan kita mau membeli rumah yang nyaman untuk kita tinggali hingga akhir hayat kita, jika masih belum merasa pas dan cocok dia akan terus mencari rumah yang tepat. kalaupun belum sempurna rumah itu, maka dia akan menyempurnakannya ketika dia sudah menempatinya. jadi jangan mencari pasangan yang sempurna, tapi carilah pasangan yang bisa menjadikan kalian sempurna dihapanNYA
BalasHapus