Minggu, 09 Februari 2014

#30HariMenulisSuratCinta #9 Teruntuk Miss Duta



#9  Teruntuk Miss Duta

Halo Rosalia.
Aku masih ingat ketika pertama bertemu kamu di aula gedung pascasarjana, kamu duduk di bangku deretan depan sayap kanan, iya kamu dan teman-temanmu yang berasal dari UM ini. Bergerombol dan aku duduk di bangku paling belakang sayap kiri. Entahlah Ca, ada wangsit atau apa yang mengatakan padaku “Kamu akan mengenal dekat dengan wanita itu” entah siapa yang menyampaikannya dan itu masuk ke otakku ketika aku pertama melihat kamu. (Trust me it is not a love at first sight) karena aku tidah pernah mempercayai cinta pada pandangan pertama. Halah kacau sekali otakku, tapi tidak sekacau perasaan kita saat dinyatakan tidak lolos beasiswa dulu. Tuhan lagi-lagi Maha Baik, mendengarkan doa kita. Mengabulkan surat permintaan tinjauan ulang yang kamu kirimkan waktu itu. 

 apa kabar Kediri? Ah salah nampaknya menanyakan apa kabar Kediri. Apa kabar Malang Town Square? Ada barang apa yang diskon disana? Selain menyandang Miss Duta Kampus aku baru tahu kalau kamu adalah Miss Malang Town Square. :P

Bahagia itu relatif ya ternyata? Buatku melihat senja di pantai, menapakkan kaki di sungai, dan mengarungi riak jeram adalah kebahagiaan. Menurutmu, melihat diskon di Matos dan mendapatkan jaket denim atau dress yang cantik adalah salah satu bentuk kebahagiaan.

Rasanya tidak percaya wajah seanggun kamu bisa galak dan sangat interuptif pada keadaan yang tidak nyaman. Hey, semesta mempersatukan manusia tanpa diundi kan? Aku si tukang protes kadang merasa beruntung dipertemukan dengan kamu, ya meskipun kamu jauh lebih kritis dan interuptif dari pada aku.
Beruntungnya kamu, berwajah cantik, berotak cerdas dan bersuara merdu. Meskipun otot premanmu kadang muncul ke permukaan sesekali. Bukankah wanita memang harus kuat, iya kan? Karena kita akan menjadi seorang ibu. Well, mungkin kita sama. Kita pernah berbicara mengenai kemapanan wanita, kita tidak mau disepelekan oleh pria kan? tapi Ca, belakangan aku paham takdir wanita adalah merunduk pada prianya, setinggi apapun derajat yang ia miliki. Lelah ya membicarakan masa depan? Hahahah mari pasrah tapi terus menerus memantaskan diri agar layak mendampingi pria yang telah Tuhan pilihkan untuk kita.
Kita berdua sama-sama keras kepala Ca, mari kita belajar Yoga agar otot kita menjadi lebih rileks tidak keras seperti kepala kita. Mari kita belajar Yoga agar nafas lebih teratur dan kita lebih bisa fokus berpikir. Ya begitulah, mulut kita bekerja lebih cepat daripada otak kita bukan?
Perlu pria berhati lapang untuk mendampingi kita, meredam semua panasnya otak kita, serta perlu pria yang penuh toleransi agar sifat interuptif kita bisa terkikis perlahan. Semoga toleransi Paura tidak pernah mati ya Ca, Amin. 

Terima kasih selalu berkenan menemani dari Taman Krida, terimakasih selalu berkenan menunjukkan tempat-tempat cozy di Kota Malang, aku jadi mulai mencintai kota ini. Walaupun aku dulu sempat memaki kenapa dicemplungkan ke kota ini.
Ayo mengudara lagi, ah lagi-lagi kita punya kesamaan. Punya hobi berbicara di udara, kok rasanya aku ingin berada pada satu studio dengan kamu ya? Membahas permasalahan remaja saat ini, membahas cabe-cabean yang sedang hits, atau membahas jaket denim yang rasanya tidak pernah ketinggalan jaman untuk dikenakan. Sebentar, bagaimana jika kita menonton tayangan dunia lain saja? Hahahaha berasa punya rekan menonton si Ahmad Lada di tengah malam nan gulita.

Oh iya, mari kita berolahraga. Tenang saja, aku bukan mengajak olahraga di lapangan yang terik. Mari mengelilingi Mall maksudku. Hahahahah sambil menikmati satu scoop es krim kacang merah.
Terima kasih, karena ketika berdiskusi dengan kamu aku tidak pernah menangisi masa lalu dan mengkhawatirkan masa depan. Iya,karena kamu wanita hebat masa kini.

Tertanda

Tatanggamu di Griya Shanta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar