#9 Teruntuk Miss Duta
Halo Rosalia.
Aku masih ingat ketika pertama
bertemu kamu di aula gedung pascasarjana, kamu duduk di bangku deretan depan
sayap kanan, iya kamu dan teman-temanmu yang berasal dari UM ini. Bergerombol
dan aku duduk di bangku paling belakang sayap kiri. Entahlah Ca, ada wangsit
atau apa yang mengatakan padaku “Kamu akan mengenal dekat dengan wanita itu”
entah siapa yang menyampaikannya dan itu masuk ke otakku ketika aku pertama
melihat kamu. (Trust me it is not a love
at first sight) karena aku tidah pernah mempercayai cinta pada pandangan
pertama. Halah kacau sekali otakku, tapi tidak sekacau perasaan kita saat
dinyatakan tidak lolos beasiswa dulu. Tuhan lagi-lagi Maha Baik, mendengarkan
doa kita. Mengabulkan surat permintaan tinjauan ulang yang kamu kirimkan waktu
itu.
apa kabar Kediri? Ah salah nampaknya
menanyakan apa kabar Kediri. Apa kabar Malang Town Square? Ada barang apa yang
diskon disana? Selain menyandang Miss Duta Kampus aku baru tahu kalau kamu
adalah Miss Malang Town Square. :P
Bahagia itu relatif ya ternyata?
Buatku melihat senja di pantai, menapakkan kaki di sungai, dan mengarungi riak
jeram adalah kebahagiaan. Menurutmu, melihat diskon di Matos dan mendapatkan
jaket denim atau dress yang cantik adalah salah satu bentuk kebahagiaan.
Rasanya tidak percaya wajah seanggun
kamu bisa galak dan sangat interuptif pada keadaan yang tidak nyaman. Hey,
semesta mempersatukan manusia tanpa diundi kan? Aku si tukang protes kadang
merasa beruntung dipertemukan dengan kamu, ya meskipun kamu jauh lebih kritis
dan interuptif dari pada aku.
Beruntungnya kamu, berwajah cantik,
berotak cerdas dan bersuara merdu. Meskipun otot premanmu kadang muncul ke
permukaan sesekali. Bukankah wanita memang harus kuat, iya kan? Karena kita
akan menjadi seorang ibu. Well, mungkin kita sama. Kita pernah berbicara
mengenai kemapanan wanita, kita tidak mau disepelekan oleh pria kan? tapi Ca,
belakangan aku paham takdir wanita adalah merunduk pada prianya, setinggi
apapun derajat yang ia miliki. Lelah ya membicarakan masa depan? Hahahah mari
pasrah tapi terus menerus memantaskan diri agar layak mendampingi pria yang
telah Tuhan pilihkan untuk kita.
Kita berdua sama-sama keras kepala
Ca, mari kita belajar Yoga agar otot kita menjadi lebih rileks tidak keras seperti
kepala kita. Mari kita belajar Yoga agar nafas lebih teratur dan kita lebih
bisa fokus berpikir. Ya begitulah, mulut kita bekerja lebih cepat daripada otak
kita bukan?
Perlu pria berhati lapang untuk
mendampingi kita, meredam semua panasnya otak kita, serta perlu pria yang penuh
toleransi agar sifat interuptif kita bisa terkikis perlahan. Semoga toleransi
Paura tidak pernah mati ya Ca, Amin.
Terima kasih selalu berkenan menemani dari Taman Krida,
terimakasih selalu berkenan menunjukkan tempat-tempat cozy di Kota Malang, aku
jadi mulai mencintai kota ini. Walaupun aku dulu sempat memaki kenapa
dicemplungkan ke kota ini.
Ayo mengudara lagi, ah lagi-lagi kita punya kesamaan. Punya
hobi berbicara di udara, kok rasanya aku ingin berada pada satu studio dengan
kamu ya? Membahas permasalahan remaja saat ini, membahas cabe-cabean yang
sedang hits, atau membahas jaket denim yang rasanya tidak pernah ketinggalan
jaman untuk dikenakan. Sebentar, bagaimana jika kita menonton tayangan dunia
lain saja? Hahahaha berasa punya rekan menonton si Ahmad Lada di tengah malam
nan gulita.
Oh iya, mari kita berolahraga. Tenang saja, aku bukan
mengajak olahraga di lapangan yang terik. Mari mengelilingi Mall maksudku.
Hahahahah sambil menikmati satu scoop es krim kacang merah.
Terima kasih, karena ketika berdiskusi dengan kamu aku tidak
pernah menangisi masa lalu dan mengkhawatirkan masa depan. Iya,karena kamu
wanita hebat masa kini.
Tertanda
Tatanggamu di Griya Shanta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar