Tuhan, dengan surat ini aku sampaikan pesan pada Tuan yang
entah siapa namanya , dimana ia berada, dan seperti apa rupanya. Aku tahu ia
sedang kau sembunyikan, izinkan aku menyampaikan pesan ini Tuhan. Surat ini
atau sebut saja proposal ini aku tulis disela-sela kebingunganku menulis
proposal tesis.
Hai tuan, iya kamu. Kamu yang Tuhan bilang pendamping
hidupku. Biarkan aku bercerita ya?
Kapan kita pertama kali bertemu? entahlah aku juga tidak
ingin menebak atau menerka. Pada suatu hari, kamu datang menemui kedua
orangtuaku. Meminta aku menjadi pendampingmu, kau lihat kan? Bapakku memang
galak, bukan karena ia membencimu atau kesal kepadamu. Ia cemburu, putri
sulungnya akan diestafetkan padamu. Estafet kedua orangtuaku akan jatuh ke
tanganmu, mulai dari ibadahku, sikapku, tingkah lakuku, sampai perkataanku. Lalu
ibuku, ia menangis Tuan. Ia bukan bersedih, tapi ia terharu. Tidak ada lagi
anak perempuannya yang heboh ketika rumah berantakkan, menangis ketika sakit
datang bulan, atau berteriak ketika dibuatkan ayam kecap dan soto ayam.
Yang duduk di sudut itu adik perempuanku, ia seorang
penderita tunarungu. Tenang tuan, tunarungu yang ia derita bukanlah keturunan. Ia
terkena virus rubella ketika dalam kandungan ibuku. Nah, kau lihat ada pria
yang beranjak dewasa beralis tebal itu? itu adik bungsuku. Jutek ya? Hahaha ia
hanya cemburu karena kakak perempuannya akan dibawa orang, tidak ada lagi
partner berseteru dan tidak ada lagi yang membuatkan ia segelas milo.
Tuan, aku memang ekspresif. Tertawa ketika bahagia, menangis
ketika bersedih, terisak menghapus air mata ketika terharu. Kamu pasti bingung
menghadapi aku. Labil? Alay? Tuan, jangan kamu ucapkan itu di depanku, aku
geram dan kesal mendengar dua kata itu.
Akhirnya kamu ucapkan itu, kalimat ijab qabul yang membuat
aku yakin “Iya, kamu partner hidupku”. Ketahuilah Tuan, wanita akan yakin pada
pasangannya ketika pria mengucapkan ijab Qabulnya. Lalu, mari kita beranjak ke
rumah kita. Eh biarkan aku menyebutnya istana kecil kita. Ada kamu sebagai
Rajanya dan aku sebagai Ratunya.
Eh kamu tidak keberatan kan? jika setiap sarapan aku
menyediakan buah untukmu. Pisang, jeruk, mangga, pepaya, nanas, atau buah lokal
lainnya. Karena buah adalah makanan terbaik untuk sarapan, aku tidak ingin kamu
gampang terserang flu atau demam.
jika kamu akan pergi bekerja, izinkan aku menyiapkan semua
pakaian yang akan kamu kenakan. Mulai dari atasan, bawahan, kaos kaki,sepatu,
talk yang akan dibubuhkan di badan, minyak telon, parfum, dan sedikit hair
lotion agar rambutmu wangi dan rapi. Karena penampilanmu di luar rumah adalah
tanggungjawabku. Setiap kamu pulang, biarkan aku membuatkan kamu minum dan
menyiapkan air panas untuk kamu segera mandi. Mandi bisa mengurangi kelelahan,
kata ibuku.
Jika kamu kelalahan jangan sungkan untuk menyodorkan
kepalamu, pening kan? biaarkan aku pijiti kepalamu. Ayo ceritakan apa yang kamu
resahkan, mari kita cari solusinya bersama. Ingat Tuan, mengeluh dan berbagi
adalah dua hal yang berbeda.
Hey, apa makanan kesukaan kamu? bolehkah tiap hari aku
menyediakan tempe goreng? Aku sih sangat suka tempe dalam olahan apapun. Aku herbivora,
pemakan sayur, jangan kaget jika tiap hari aku memasak menu yang berbau sayuran
untuk kita makan. Tapi apapun makanan kesukaan kamu, akan aku sajikan di meja
makan Tuan. Aku akan menunggu kamu untuk makan siang atau makan malam bersama
sambil kita menceritakan hal apa yang telah kita alami hari itu.
Aku alergi debu Tuan, maka bantu aku sedikit saja
membersihkan debu di sudut-sudut rumah kita. Tidak, tidak akan kuizinkan kamu
lelah mengurus rumah. Mulai dari menyapu, mengepel, membersihkan kaca jendela, mengganti
sprei setiap satu minggu sekali sampai menata ruangan biarkan aku yang
melakukannya. Tapi, bantu aku ya jika ada barang-barang berat yang perlu
diangkat, jika antena TV harus diatur posisinya, atau jika genteng rumah kita
bocor. Itu gunanya berbagi bukan? Lalu kamu tidak keberatan kan membantu aku
mencuci piring semantara aku memasak? Aku ingin dapur kita penuh cerita,
masakan aku yang mungkin tidak seenak masakan ibumu, tapi aku akan
mengenyangkan perutmu. Makanan diluar mengandung banyak MSG, pembunuh nomor
satu. Aku ingin hidup lebih lama dengan kamu, Tuan.
Ruang TV kita nyaman sekali Tuan, kamu boleh begadang jika
suka menonton bola. Atau kita akan menonton DVD mulai dari komedi hingga horor.
Tapi jangan aneh ketika aku berteriak-teriak jika hantu di film muncul, atau
aku akan menutup mukaku dengan bantal ketika ada adegan pukul-memukul di film
action. Sepiring pisang keju, martabak jagung, atau penganan kecil lainnya akan
menamai kita. Oh iya, segelas milo tentunya.
Tuan, rumah kita dipenuhi foto-foto aku, foto-foto dengan
teman-temanku, foto-foto dengan keluargaku. Bagaimana jika kita pasang foto
kita? Mari kita berlibur. Menyusuri pinggir pantai dan menyesap milo dingin
sambil menunggu matahari terbenam. Aku pecinta senja harga mati. Eh, bagaimana
jika kita menonton sendratari Ramayana, aku benci pada Rama yang tidak
mempercayai Sinta. Aku harap kamu tidak akan begitu kan Tuan. ya.. ya..ya..
kamu harus bersedia membidik setiap aku berseru “Fotoin akuuuu” ketika
menemukan derasnya sungai yang bersih, bangunan tua yang megah, langit yang
cerah, museum di sudut kota, bahkan badut taman kota. Ayo, ajak aku berkeliling
ke banyak tempat yang belum aku kunjungi, aku tidak pernah kelelahan jika
dibakar sinar matahari. Aku berjanji tidak akan mengeluhkan panas, karena
melihat mata kamu saja sudah membuat aku merasa teduh. Aku hanya tidak menyuki
hujan, basah, dan dingin. Tapi tenang, aku membawa payung kok. Aku banyak sekali keinginannya Tuan, berfoto
di gereja, vihara, pura, klenteng, kamu tidak menganggap aku mendustakan agama
kan? karena aku masih mengamini alfatihah yang kamu lantunkan, aku berada satu
shaf dibelakangmu setiap lima waktu.
Kamu tidak setampan Arjuna, ah tuan wajah tampan akan renta
dimakan usia. Tapi kamu pasti bijaksana seperti Bima. Aku yang emosinya
meledak-ledak memang membutuhkan partner yang meredam ledakan emosiku. Aku yang
panikan membutuhkan yang menenangkan.
Jika kamu sakit, kamu harus tidur sementara aku mengompres
dahimu. Simpan semua pekerjaanmu dan minumlah teh sereh yang sudah aku buatkan
untuk kamu. sepertinya kamu masuk angin, air jahe dan pijitanku di punggungmu
semoga bisa meredakan sakitmu Tuan.
Jangan aneh ya, setiap bulan mungkin aku akan terlihat
menyebalkan. Marah-marah tidak jelas, murung, menangis, memegangi perut
kesakitan bahkan sampai muntah. Ini namanya dismenora Tuan. sakit sekali
rasanya, tiap datang bulan seperti ini, semacam butuh sesuatu yang hook-able sekaligus hug-able. Ini tidak berlangsung lama kok, hanya beberapa hari saja.
Setelah itu aku akan kembali ceria.
Tuan, kamu akan mengizinkan aku bekerja kan? aku ingin
menjadi dosen, pengajar, pendidik. Sebuah profesi yang bergengsi secara dunia
maupun akhirat. Pendidikan di Indonesia memprihatinkan Tuan. tapi aku berjanji
akan mendidik anak kita sebaik mungkin. Tidak akan kubiarkan mereka ada dalam
asuhan pembantu rumah tangga. Tapi jika kamu tidak mengizinkan aku kelua rumah,
biarkan aku membuat daycare, sebuah taman penitipan anak diamana aku adalah
otak dan manajernya. Boleh kan?
Hey, kamu bukan perokok kan? maaf, tidak ada asbak dirumah
kita. Tidak kuizinkan ada asap rokok mengepul, aku mengidap asma. Lagipula,
kasihan jika kita nanti punya anak-anak. Asap rokok membuat itak menjadi
tumpul, kita ingin anak kita cerdas kan Tuan? ya, aku ingin kamu menemaniku
lebih lama mendidik anak-anak kita. Membicarakan mereka akan sekolah dimana, memilih
liburan di akhir pekan dengan mereka, membimbing mereka ketika beranjak dewasa
dan mengalami pubertas. Biarkan mereka mengajak teman-temannya kerumah kita. Kita
perlu tahu dengan siapa anak-anak kita bergaul.
Yang aku yakini hari ini, kamu sudah ada dan disiapkan
Tuhan. Yang perlu aku lakukan adalah terus memperbaiki diri dan meningkatkan
kualitas pribadiku. Sampai jumpa, Tuan.
Dari wanita yang bersedia berada di sebelah kiri kemudimu
Aisha Nadya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar