Kamis, 20 Februari 2014

Sebuah proposal permintaan Tuan pada Tuhan





Tuhan, dengan surat ini aku sampaikan pesan pada Tuan yang entah siapa namanya , dimana ia berada, dan seperti apa rupanya. Aku tahu ia sedang kau sembunyikan, izinkan aku menyampaikan pesan ini Tuhan. Surat ini atau sebut saja proposal ini aku tulis disela-sela kebingunganku menulis proposal tesis.

Hai tuan, iya kamu. Kamu yang Tuhan bilang pendamping hidupku. Biarkan aku bercerita ya?
Kapan kita pertama kali bertemu? entahlah aku juga tidak ingin menebak atau menerka. Pada suatu hari, kamu datang menemui kedua orangtuaku. Meminta aku menjadi pendampingmu, kau lihat kan? Bapakku memang galak, bukan karena ia membencimu atau kesal kepadamu. Ia cemburu, putri sulungnya akan diestafetkan padamu. Estafet kedua orangtuaku akan jatuh ke tanganmu, mulai dari ibadahku, sikapku, tingkah lakuku, sampai perkataanku. Lalu ibuku, ia menangis Tuan. Ia bukan bersedih, tapi ia terharu. Tidak ada lagi anak perempuannya yang heboh ketika rumah berantakkan, menangis ketika sakit datang bulan, atau berteriak ketika dibuatkan ayam kecap dan soto ayam.
Yang duduk di sudut itu adik perempuanku, ia seorang penderita tunarungu. Tenang tuan, tunarungu yang ia derita bukanlah keturunan. Ia terkena virus rubella ketika dalam kandungan ibuku. Nah, kau lihat ada pria yang beranjak dewasa beralis tebal itu? itu adik bungsuku. Jutek ya? Hahaha ia hanya cemburu karena kakak perempuannya akan dibawa orang, tidak ada lagi partner berseteru dan tidak ada lagi yang membuatkan ia segelas milo.
Tuan, aku memang ekspresif. Tertawa ketika bahagia, menangis ketika bersedih, terisak menghapus air mata ketika terharu. Kamu pasti bingung menghadapi aku. Labil? Alay? Tuan, jangan kamu ucapkan itu di depanku, aku geram dan kesal mendengar dua kata itu.

Akhirnya kamu ucapkan itu, kalimat ijab qabul yang membuat aku yakin “Iya, kamu partner hidupku”. Ketahuilah Tuan, wanita akan yakin pada pasangannya ketika pria mengucapkan ijab Qabulnya. Lalu, mari kita beranjak ke rumah kita. Eh biarkan aku menyebutnya istana kecil kita. Ada kamu sebagai Rajanya dan aku sebagai Ratunya.
Eh kamu tidak keberatan kan? jika setiap sarapan aku menyediakan buah untukmu. Pisang, jeruk, mangga, pepaya, nanas, atau buah lokal lainnya. Karena buah adalah makanan terbaik untuk sarapan, aku tidak ingin kamu gampang terserang flu atau demam.
jika kamu akan pergi bekerja, izinkan aku menyiapkan semua pakaian yang akan kamu kenakan. Mulai dari atasan, bawahan, kaos kaki,sepatu, talk yang akan dibubuhkan di badan, minyak telon, parfum, dan sedikit hair lotion agar rambutmu wangi dan rapi. Karena penampilanmu di luar rumah adalah tanggungjawabku. Setiap kamu pulang, biarkan aku membuatkan kamu minum dan menyiapkan air panas untuk kamu segera mandi. Mandi bisa mengurangi kelelahan, kata ibuku.
Jika kamu kelalahan jangan sungkan untuk menyodorkan kepalamu, pening kan? biaarkan aku pijiti kepalamu. Ayo ceritakan apa yang kamu resahkan, mari kita cari solusinya bersama. Ingat Tuan, mengeluh dan berbagi adalah dua hal yang berbeda.
Hey, apa makanan kesukaan kamu? bolehkah tiap hari aku menyediakan tempe goreng? Aku sih sangat suka tempe dalam olahan apapun. Aku herbivora, pemakan sayur, jangan kaget jika tiap hari aku memasak menu yang berbau sayuran untuk kita makan. Tapi apapun makanan kesukaan kamu, akan aku sajikan di meja makan Tuan. Aku akan menunggu kamu untuk makan siang atau makan malam bersama sambil kita menceritakan hal apa yang telah kita alami hari itu.

Aku alergi debu Tuan, maka bantu aku sedikit saja membersihkan debu di sudut-sudut rumah kita. Tidak, tidak akan kuizinkan kamu lelah mengurus rumah. Mulai dari menyapu, mengepel, membersihkan kaca jendela, mengganti sprei setiap satu minggu sekali sampai menata ruangan biarkan aku yang melakukannya. Tapi, bantu aku ya jika ada barang-barang berat yang perlu diangkat, jika antena TV harus diatur posisinya, atau jika genteng rumah kita bocor. Itu gunanya berbagi bukan? Lalu kamu tidak keberatan kan membantu aku mencuci piring semantara aku memasak? Aku ingin dapur kita penuh cerita, masakan aku yang mungkin tidak seenak masakan ibumu, tapi aku akan mengenyangkan perutmu. Makanan diluar mengandung banyak MSG, pembunuh nomor satu. Aku ingin hidup lebih lama dengan kamu, Tuan.
Ruang TV kita nyaman sekali Tuan, kamu boleh begadang jika suka menonton bola. Atau kita akan menonton DVD mulai dari komedi hingga horor. Tapi jangan aneh ketika aku berteriak-teriak jika hantu di film muncul, atau aku akan menutup mukaku dengan bantal ketika ada adegan pukul-memukul di film action. Sepiring pisang keju, martabak jagung, atau penganan kecil lainnya akan menamai kita. Oh iya, segelas milo tentunya.

Tuan, rumah kita dipenuhi foto-foto aku, foto-foto dengan teman-temanku, foto-foto dengan keluargaku. Bagaimana jika kita pasang foto kita? Mari kita berlibur. Menyusuri pinggir pantai dan menyesap milo dingin sambil menunggu matahari terbenam. Aku pecinta senja harga mati. Eh, bagaimana jika kita menonton sendratari Ramayana, aku benci pada Rama yang tidak mempercayai Sinta. Aku harap kamu tidak akan begitu kan Tuan. ya.. ya..ya.. kamu harus bersedia membidik setiap aku berseru “Fotoin akuuuu” ketika menemukan derasnya sungai yang bersih, bangunan tua yang megah, langit yang cerah, museum di sudut kota, bahkan badut taman kota. Ayo, ajak aku berkeliling ke banyak tempat yang belum aku kunjungi, aku tidak pernah kelelahan jika dibakar sinar matahari. Aku berjanji tidak akan mengeluhkan panas, karena melihat mata kamu saja sudah membuat aku merasa teduh. Aku hanya tidak menyuki hujan, basah, dan dingin. Tapi tenang, aku membawa payung kok.  Aku banyak sekali keinginannya Tuan, berfoto di gereja, vihara, pura, klenteng, kamu tidak menganggap aku mendustakan agama kan? karena aku masih mengamini alfatihah yang kamu lantunkan, aku berada satu shaf dibelakangmu setiap lima waktu.
Kamu tidak setampan Arjuna, ah tuan wajah tampan akan renta dimakan usia. Tapi kamu pasti bijaksana seperti Bima. Aku yang emosinya meledak-ledak memang membutuhkan partner yang meredam ledakan emosiku. Aku yang panikan membutuhkan yang menenangkan.
Jika kamu sakit, kamu harus tidur sementara aku mengompres dahimu. Simpan semua pekerjaanmu dan minumlah teh sereh yang sudah aku buatkan untuk kamu. sepertinya kamu masuk angin, air jahe dan pijitanku di punggungmu semoga bisa meredakan sakitmu Tuan.

Jangan aneh ya, setiap bulan mungkin aku akan terlihat menyebalkan. Marah-marah tidak jelas, murung, menangis, memegangi perut kesakitan bahkan sampai muntah. Ini namanya dismenora Tuan. sakit sekali rasanya, tiap datang bulan seperti ini, semacam butuh sesuatu yang hook-able sekaligus hug-able. Ini tidak berlangsung lama kok, hanya beberapa hari saja. Setelah itu aku akan kembali ceria.
Tuan, kamu akan mengizinkan aku bekerja kan? aku ingin menjadi dosen, pengajar, pendidik. Sebuah profesi yang bergengsi secara dunia maupun akhirat. Pendidikan di Indonesia memprihatinkan Tuan. tapi aku berjanji akan mendidik anak kita sebaik mungkin. Tidak akan kubiarkan mereka ada dalam asuhan pembantu rumah tangga. Tapi jika kamu tidak mengizinkan aku kelua rumah, biarkan aku membuat daycare, sebuah taman penitipan anak diamana aku adalah otak dan manajernya. Boleh kan?

Hey, kamu bukan perokok kan? maaf, tidak ada asbak dirumah kita. Tidak kuizinkan ada asap rokok mengepul, aku mengidap asma. Lagipula, kasihan jika kita nanti punya anak-anak. Asap rokok membuat itak menjadi tumpul, kita ingin anak kita cerdas kan Tuan? ya, aku ingin kamu menemaniku lebih lama mendidik anak-anak kita. Membicarakan mereka akan sekolah dimana, memilih liburan di akhir pekan dengan mereka, membimbing mereka ketika beranjak dewasa dan mengalami pubertas. Biarkan mereka mengajak teman-temannya kerumah kita. Kita perlu tahu dengan siapa anak-anak kita bergaul.
Yang aku yakini hari ini, kamu sudah ada dan disiapkan Tuhan. Yang perlu aku lakukan adalah terus memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas pribadiku. Sampai jumpa, Tuan.

Dari wanita yang bersedia berada di sebelah kiri kemudimu


Aisha Nadya


Tidak ada komentar:

Posting Komentar