Rabu, 19 Februari 2014

surat (penuh) cinta dari nadia

Malam Aisha..
Sudah terlelapkah malam ini? Sepertinya sudah..setelah beberapa menit tadi kita ber-whatsapp ria yg tidak penting tentunya. Eh,tapi itu penting-menurutku,karena apapun yg dibicarakn dengamu itu penting.
Ya,seperti kamu yang selalu menganggap penting segala urusanmu,terlebih orang-orang sekitarmu. Aisha,yang luar biasa ceria,menyenangkan diajak kemana saja dan dengan siapa saja dan asyik membicarakan apa saja,mungkin hal2 porno sekalipun,eh,buka kartu!hahaha..
Tapi,apapun yang kita pernah bicarakan dan lakukan bersama,bukan seperti tato yg ada dipinggir pantai itu, Aisha. Hanya sementara dan terhapus begitu saja. Entah harus aku sebut apa namanya, yang jelas mungkin aku membutuhkan waktu beratus,wow tidak beribu, ah tidak juga,entah berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melupakan setiap hal denganmu,tapi itu tidak mungkin terjadi. Kamu terlalu indah untuk dilupakan, Aisha. 
Benar katamu,kita selalu berselisih paham,pendapat,bahkan kita mau makan apapun bertolak belakang. Aku si pemakan daging sementar kamu si pemakan daun-daunan. Itu semua menjadi pelengkap, Aisha. Kamu pelengkap ketika aku tidak bisa mengendarai motor,pelengkap ketika aku tidur sendirian, dan pelengkap ketika melakukan ke-geje-an. Ya,aku senang ketika kita melakukan hal-hal gila,kamu partner terbaikku. Berteriak di jembatan kesayangan Bandung itu salah satunya-pasupayi. Terimakasih Aisha,karena kamu selalu bersedia mengantarku meski hanya untuk sekedar melewati jembatan itu. 
Aisha, hidup itu memang penuh misteri ya,sama sepertimu. Pagi-pagi kamu bisa tersenyum bahkan tertawa keras di lorong kelas lt.3 FIP lama UPi itu,tapi sore hari,kamu bisa menghabiskan airmatamu di kamar nomer 6 jln.gerlong gorang no.27. Tapi aku tidak pernah keberatan jika aku harus berbagi kasur,bantal,guling,odol,sabun bahkan kita pernah tertukar celana dalam denganmu,ah memalukan.hahaha.. 
Manusia diberikan cobaan dengan kesedihan dan kesenangannya kan,Aish? Semoga kita tidak pernah menjadi manusia yang lupa bersyukur ketika kita senang, dan manusia yang lupa untuk bersabar ketika kita sedih yaa, Aisha. Masa lalu akan selalu memberikan pelajaran,masa depan akan selalu memberikan kecemasan, tapi kita wanita masa kini, bukan?*selalu semangat dengan kata2mu ini di grup whatsapp kita* 
Aisha, kamu adalah wanita cantik,cerdas,solehah luar biasa-dimataku. Semoga orang-orang sependapat dan Tuhan sependapat denganku. Apapun yang terjadi dalam hidupmu,semoga membuatmu semakin dewasa,dan apa-apa yang menjadi impianmu semoga segera terwujud. Lelakimu kelak,sungguh beruntung mendapatkan istri-able & ibu-able untuk anak-anaknya kelak. 
Aisha,masih banyak hal yang ingin aku bagi,tapi ternyata waktu sudah menunjukan pukul 01.00,aku harus tidur, Aisha. Ya,aku harus bangun dalam mimpi-sekarang aku tidak benci mimpi, Aisha, tapi masih mempertanyakan *curcol*.
Terimakasih untuk apa-apa yang telah kamu berikan, maaf untuk apapun yang tidak berkenan. Semoga kamu tidak pernah bosan mendengar cerita tidak pentingku,dan selalu bersabar dengan apa yang ada dalam diriku. 
Jika ada kata yang lebih dari 'luar biasa' aku akan berikan padamu, Aisha. Maaf,aku tidak bisa membuat surat (penuh) cinta sepertimu. Maka, terimalah apa adanya surat (penuh) cinta ini, Aisha. Meski hanya hamburan kata, aku berharap itu bermakna.
Selamat malam, selamat terbangun dalam mimpi. Sampaikan salam hangat untuk keluargamu. Tetap mengagumkan dan out of the box.

Balasan surat (penuh) cintaku 
Nadia Aulia Nadhirah.

Bandung, 20 Februari 2014 
01.00 WIB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar