Malam Aisha..
Sudah terlelapkah malam
ini? Sepertinya sudah..setelah beberapa menit tadi kita ber-whatsapp ria
yg tidak penting tentunya. Eh,tapi itu penting-menurutku,karena apapun
yg dibicarakn dengamu itu penting.
Ya,seperti kamu yang selalu menganggap penting segala
urusanmu,terlebih orang-orang sekitarmu. Aisha,yang luar biasa
ceria,menyenangkan diajak kemana saja dan dengan siapa saja dan asyik
membicarakan apa saja,mungkin hal2 porno sekalipun,eh,buka
kartu!hahaha..
Tapi,apapun yang kita pernah bicarakan dan lakukan bersama,bukan
seperti tato yg ada dipinggir pantai itu, Aisha. Hanya sementara dan
terhapus begitu saja. Entah harus aku sebut apa namanya, yang jelas
mungkin aku membutuhkan waktu beratus,wow tidak beribu, ah tidak
juga,entah berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melupakan setiap hal
denganmu,tapi itu tidak mungkin terjadi. Kamu terlalu indah untuk
dilupakan, Aisha.
Benar katamu,kita selalu berselisih paham,pendapat,bahkan kita mau
makan apapun bertolak belakang. Aku si pemakan daging sementar kamu si
pemakan daun-daunan. Itu semua menjadi pelengkap, Aisha. Kamu pelengkap
ketika aku tidak bisa mengendarai motor,pelengkap ketika aku tidur
sendirian, dan pelengkap ketika melakukan ke-geje-an. Ya,aku senang
ketika kita melakukan hal-hal gila,kamu partner terbaikku. Berteriak di
jembatan kesayangan Bandung itu salah satunya-pasupayi. Terimakasih
Aisha,karena kamu selalu bersedia mengantarku meski hanya untuk sekedar
melewati jembatan itu.
Aisha, hidup itu memang penuh misteri ya,sama sepertimu. Pagi-pagi
kamu bisa tersenyum bahkan tertawa keras di lorong kelas lt.3 FIP lama
UPi itu,tapi sore hari,kamu bisa menghabiskan airmatamu di kamar nomer 6
jln.gerlong gorang no.27. Tapi aku tidak pernah keberatan jika aku
harus berbagi kasur,bantal,guling,odol,sabun bahkan kita pernah tertukar
celana dalam denganmu,ah memalukan.hahaha..
Manusia diberikan cobaan dengan kesedihan dan kesenangannya
kan,Aish? Semoga kita tidak pernah menjadi manusia yang lupa bersyukur
ketika kita senang, dan manusia yang lupa untuk bersabar ketika kita
sedih yaa, Aisha. Masa lalu akan selalu memberikan pelajaran,masa depan
akan selalu memberikan kecemasan, tapi kita wanita masa kini,
bukan?*selalu semangat dengan kata2mu ini di grup whatsapp kita*
Aisha, kamu adalah wanita cantik,cerdas,solehah luar
biasa-dimataku. Semoga orang-orang sependapat dan Tuhan sependapat
denganku. Apapun yang terjadi dalam hidupmu,semoga membuatmu semakin
dewasa,dan apa-apa yang menjadi impianmu semoga segera terwujud.
Lelakimu kelak,sungguh beruntung mendapatkan istri-able & ibu-able
untuk anak-anaknya kelak.
Aisha,masih banyak hal yang ingin aku bagi,tapi ternyata waktu
sudah menunjukan pukul 01.00,aku harus tidur, Aisha. Ya,aku harus bangun
dalam mimpi-sekarang aku tidak benci mimpi, Aisha, tapi masih
mempertanyakan *curcol*.
Terimakasih untuk apa-apa yang telah kamu berikan, maaf untuk
apapun yang tidak berkenan. Semoga kamu tidak pernah bosan mendengar
cerita tidak pentingku,dan selalu bersabar dengan apa yang ada dalam
diriku.
Jika ada kata yang lebih dari 'luar biasa' aku akan berikan padamu,
Aisha. Maaf,aku tidak bisa membuat surat (penuh) cinta sepertimu. Maka,
terimalah apa adanya surat (penuh) cinta ini, Aisha. Meski hanya
hamburan kata, aku berharap itu bermakna.
Selamat malam, selamat terbangun dalam mimpi. Sampaikan salam hangat untuk keluargamu. Tetap mengagumkan dan out of the box.
Balasan surat (penuh) cintaku
Nadia Aulia Nadhirah.
Bandung, 20 Februari 2014
01.00 WIB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar