Sabtu, 15 Maret 2014

setahun kemarin

Pernahkah kamu mengunjungi Museum? Aku pernah. Lebih tepatnya, Kami.
Museum adalah tempat ajaib yang dapat mengunjungi masa lalu tanpa meninggalkan masa sekarang. Didalamnya terdapat peninggalan yang orang bilang sejarah. Ya, aku sangat mencintai pelajaran sejarah, begitu ajaibnya sejaranh dapat menghadirkan msa lalu ke tempat aku berdiri.

Setahun kemarin, sebuah gambar di atas menara tertinggi, awan yang berkumpul hendak menurunkan hujan serta kilatan petir di petang hari. Hujan? Tentu bukan, hujan tidak tega mengguyur senyumku saat itu.

Pernah ada dua pasang kaki, menyusuri jalanan Braga. Lag-lagi Braga menghadirkan masa lalu kota Bandung, dan aku amat mencintainya. Braga yang ajaib dengan paving blok yang berisik ketika deru kendaraan bermotor menginjakkan bannya.

Setahun kemarin, segelas Ice Black Forest dan Ice Frozen Capucino disertai gelak tawa, pernah bermimpi dari aku, kamu lalu kemudian menjadi kita. Ada satu meja membicarakan bola, senja, dan hal konyol yang selalu membuat tertawa.


Setahun kemarin, setidaknya mengingatkan bahwa aku pernah sebahagia itu.

Kamis, 13 Maret 2014

#30HariMenulisSuratCinta Terima Kasih Viola

Selamat pagi Viola, apa kabar kamu hari ini? Berpindah tangan membuat kamu senang atau kesusahan? Kamu yang selalu memenuhi ranselku, cantik dengan balutan casing ungu sekarang entah di ransel mana kamu hinggap, banyak sekali terima kasih yang belum sempat aku haturkan pada kamu, terima kasih setiap malam kamu menemani aku. Masih ingatkah kamu? Menemani aku mengerjakan laporan, menulis skripsi dari mulai ucapan terima kasih hingga halaman lampiran. Sayangnya, aku lupa menyebut namamu di ucapan terima kasihku.

Kamu betah di Malang Viola? Aku mulai betah, kamu mulai menemani aku lagi dengan tugas-tugas yang tidak berkesudahan di kota ini, dengan Universitas baru tentunya dan dengan tugas yang lebih berat serta banyak. Sampai-sampai keyboardmu kelalahan dan meminta aku untuk menggantinya. Bagaimana penggunamu sekarang? Cengeng kah seperti aku? Banyak sekali kenangan yang kamu simpan di otak aku Viola, termasuk ribuan gambar di setiap sudut kota yang aku datangi.

Banyak surat cinta di #30HariMenulisSuratCinta yang aku simpan dengan rapi pada folder kamu. Masihkah itu ada? Atau sudah hilang terformat oleh pemilik barumu. Tahukah kamu viola, ternyata kenangan adalah barang berharga yang tidak bias dibeli dengan mata uang setinggi apapun. Termasuk kamu.
Violaku saying, aku sempat berpikir bahwa kamu adalah milikku, kamu adalah kepunyaanku, selalu memenuhi ansel di punggungku. Namun dari kamu aku belajar, bahwa manusia tidak berhak merasa kehilangan karena sebenarnya manusia tidak pernah memiliki.

Kini, ada pengganti kamu. Tidak, kamu memang tidak akan pernah terganti. Kali ini partnerku mengerjakan tugas warnanya putih, bersih. Tapi setiap aku memegangnya, aku masih saja teringat kamu, jariku masih terbiasa menari diatas keyboardmu. Sesusah itu yah move-on? Hahahaha… terlalu cinta mungkin pada kamu.
Semoga pemilikmu sekarang menggunakan kamu sebijak mengkin, dan kamu selalu berguna untuk siapa saja yang menggenggammu.


Viola, saya (masih) cinta kamu.