Selamat pagi Viola, apa kabar kamu hari ini? Berpindah tangan
membuat kamu senang atau kesusahan? Kamu yang selalu memenuhi ranselku, cantik
dengan balutan casing ungu sekarang entah di ransel mana kamu hinggap, banyak
sekali terima kasih yang belum sempat aku haturkan pada kamu, terima kasih
setiap malam kamu menemani aku. Masih ingatkah kamu? Menemani aku mengerjakan
laporan, menulis skripsi dari mulai ucapan terima kasih hingga halaman
lampiran. Sayangnya, aku lupa menyebut namamu di ucapan terima kasihku.
Kamu betah di Malang Viola? Aku mulai betah, kamu mulai
menemani aku lagi dengan tugas-tugas yang tidak berkesudahan di kota ini,
dengan Universitas baru tentunya dan dengan tugas yang lebih berat serta
banyak. Sampai-sampai keyboardmu kelalahan dan meminta aku untuk menggantinya. Bagaimana
penggunamu sekarang? Cengeng kah seperti aku? Banyak sekali kenangan yang kamu
simpan di otak aku Viola, termasuk ribuan gambar di setiap sudut kota yang aku
datangi.
Banyak surat cinta di #30HariMenulisSuratCinta yang aku
simpan dengan rapi pada folder kamu. Masihkah itu ada? Atau sudah hilang
terformat oleh pemilik barumu. Tahukah kamu viola, ternyata kenangan adalah
barang berharga yang tidak bias dibeli dengan mata uang setinggi apapun. Termasuk
kamu.
Violaku saying, aku sempat berpikir bahwa kamu adalah
milikku, kamu adalah kepunyaanku, selalu memenuhi ansel di punggungku. Namun dari
kamu aku belajar, bahwa manusia tidak berhak merasa kehilangan karena
sebenarnya manusia tidak pernah memiliki.
Kini, ada pengganti kamu. Tidak, kamu memang tidak akan
pernah terganti. Kali ini partnerku mengerjakan tugas warnanya putih, bersih. Tapi
setiap aku memegangnya, aku masih saja teringat kamu, jariku masih terbiasa
menari diatas keyboardmu. Sesusah itu yah move-on? Hahahaha… terlalu cinta
mungkin pada kamu.
Semoga pemilikmu sekarang menggunakan kamu sebijak mengkin,
dan kamu selalu berguna untuk siapa saja yang menggenggammu.
Viola, saya (masih) cinta kamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar