Selamat pagi, iya kamu Don Rolando.
Surat ini ditulis dengan seciprat lima bahkan sepuluh ciprat
keringat sisa lari pagi. Kamu tahu kan? Aku merasa cantik ketika berkeringat,
aku bisa saja jatuh cinta dan bisa tiba-tiba cinta dengan pria yang berkeringat
setelah berlari atau bersepeda. Iya, hobiku memang mencium ketiak orang lain.
Apa yang belum aku ceritakan hari ini? Sepertinya semua hal
sudah kamu tahu, sepertinya banyak sekali momen di tahun ini dengan kamu. Mulai
dari konferensi meja bundar para jomblo di tempat duduk si Ronald, terjebak
diantara kemacetan Ibukota yang ternyata lebih ganas dari hardikan ibu tiri,
terkantuk-kantuk sepanjang Cipularang, terbahak-bahak membahas kebodohan antara
tikung-menikung, bahkan Saskia yang berceloteh “Om Recky jangan galau mulu,
nanti mati. Lalu liburan ceria bersama ibu-ibu rumpi di Tidung yang mana
dugong-dugong bertebaran sepanjang pantai. Bahagia adalah “Sahabatnya Aisha
bersahabat sama Recky dan temennya Recky temenan sama Aisha lalu mantan
gebetannya Recky adalah temen Aisha laluuuu…jadilah koko crunch”
Matamu masih terjaga dari mamah-mamah muda yang menyusui
anaknya di lobby rumah sakit itu kan? Hahahah.. entah berapa orang yang mengira
kita pasangan. Chemistry nya dapet, saling menciptakan momen sering, bercerita
tentang apa yang kita alami masing-masing hamper selalu. Ah, mereka hanya tidak
tahu bagaimana kita berebut berteriak bercerita. Kita seperti dua kutub yang
sama, seperti cermin. Apa? Kita? *obras heula tah bujal maneh* Jadi, lebih baik
mana, kamu dicurigai pasanganku atau dicurigai jadi kusir delman di wilayah
gunung batu yang menebar polusi karpet hijau *baca : ee kuda*. Sebutlah kita dua makhluk korban tikungan dan
selalu jadi korban friendzone.
Hidup ternyata tidak melulu tentang romansa ya Recky? romansa cuma kayak ee munding di hidup ini. Ada tukang
kindeuw yang berkeliling di kawasan Ngamprah. Ada tumis toge yang katanya
penyubur peranakan pria, ada juga quote “Break her bed not her heart”, ada kiat
menurunkan berat badan dengan cara jalan bebek selama sejam. Aisha in
wonderland, duniaku dikelilingi manusia-manuisa dan benda-benda serta makhluk
aneh. Mulai dari engsel pintu yang kelelahan karena selalu dibuka tutup, model
victoria secret KW super yang bersayap merah muda, nasi goreng kasmaran di
Gandawijaya, bahkan toko Sunda yang
hanya menjual bra dan celana dalam. Tuhaaaan, apapula ini? Mari namakan
semuanya kekonyolan tanpa henti.
“Aku ngantuk, belum sholat, full make up dan pengen pup. Mana
dulu?” ujarku. Aku sangat sering bertanya hal-hal tidak penting dan kamu lebih
sering menjawab hal-hal yang jauh lebih tidak penting.
“Make up dulu bersihin, sholat baru boker. Kan modol nggak
perlu cantik. Pinggiran klosetnggak akan memuji kamu meski full make up”
*jawaban macam kau pernah bersahabat dengan pinggiran kloset
Satu hari, bahkan sering hari aku berteriak. Khawatir berlebihan
cenderung cemas. “Jodoh aing siapa sih Recky?”
Dengan ala-ala Pat Kai kamu menjawab “Suatu saat ada orang
yang menerima kamu apa adanya, tidak berkomentar dan banyak menuntut soal
fisik, dia yang tahan dengan kekurangan kamu, dia yang bisa bikin kamu tidak
tenggelam dalam romansa lainnya”
“Aku bahagia ketika teman-teman aku bahagia. Tapi aku tidak
mau kebahagiaan kamu nantinya harus mengorbankan perasaan orang lain” katamu,
ah begog yah kamu? Iya begog tapi hampir semua diksinya tepat sasaran. Asal kita
percaya sama Allah bahwa jodoh adalah takdir yang diusahakan. Jangan mau kalah
sama Andika Kangen Band yang udah kawin tiga kali dan kepedeannya tingkat dewa
Siwa.
Anyway, cameuh is cangkeul serius. Rahang bawah makin maju
dan itu pegal tiada tara Ya Tuhan… yes, obrolan kita mulai ngaco. Gimana? Masih
tertarik pergi ke Jepang? Bye Recky, aku jauh lebih cinta Eropa. Tergila-gila
pada Jerman, kenapa? Karena bendera Jerman mirip dengan kalung wisuda UPI. Sederhana
bukan? Hahaha
Eropa menjanjikan kastil-kastil megah, trotoar tanpa debu
dimana aku bisa lari pagi atau bersepeda. Ah, lagi-lagi lari. Iya, aku sedang
mati-matian menurunkan berat badan tapi tidak menurunkan harga diri kok.
I miss my chillhood, ketika ciki boom berhadiah uang
limaratus bergambar orang utan, es serut yang dibubuhi sirup penuh pewarna
buatan, tazos yang dikoleksi dari chiki balls, Bepe-bepean yang kepalanya
hampir potong tertidur di bekas dud rokok gudang garam milik Bapakku, burger
yang bunyinya mirip bel SD Nilem dimana pada saat itu makanan paling mahal dan
mewah, kapal laut yang berputar di baskom merah si Ibu, andai ada mesin waktu
yang bisa mengajak traveling ke masa lalu. Atau traveling ke masa depan? Terlalu
pengecut bagiku untuk mengintip masa depan. Lebih baik merencanakan traveling
mengeilingi Indonesia dimulai dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan beakhir di
Lombok. Tapi kamu kan tidak terlalu suka traveling, kamu lebih suka karaoke
lagu galau. Iya, suara kamu bagus. Lebih bagus dari Nassar KDI atau Bojes AFI.
Apalagi yang belum kita bahas sih Recky?
Yang pasti kamu belum berkunjung ke kosanku. Sembilan bulan
lagi waktuku di Malang. Kabar gembira untuk kita semua, si Aisha sudah betah di
kota yang jaman dahulu ditiggali oleh Ken Dedes si wanita pemilik betis
terindah. *kemudian melirik betisku yang lebih mirip sama talas Bogor namun
berbulu*
Okay, see you at Gazebo kosan. Dengan tumis toge, tempe
goreng, dan tahu krispi. Jangan lupa bawa pisang molen Kartika Sari.
Bye~