Rabu, 15 Oktober 2014

Batu Night Spectacular


Be En Es, semacam pasar malam modern yang didalamnya terdapat wahana-wahana yang bisa biki jantung cukup deg-degan kayak habis ketemu mantan yang tiba-tiba ngirim undangan nikah, oke frase terakhir abaikan. Yap, BNS sebuah tempat rekreasi yang berada di desa Oro-oro Ombo. Perjalanan menuju BNS membutuhkan waktu sekitar 20 menit (hanya jika) kondisi jalanan MT Haryono Kota Malang lancar jaya, karena saya menuju BNS pada malam minggu dimana anak-anak muda (semoga saya dan kawan-kawan yang menuju BNS termasuk di dalamnya) keluar rumah atau kosan untuk mencari hiburan di akhir pecan. Sesuai namanya, Batu Night Spectacular merupakan tempat wisata yang hanya dapat dinikmati pada malam hari, buka mulai pukul 15:00 sampai dengan 24:00.

Harga tiket BNS 25k pada akhir pecan dan 20k pada hari-hari biasa. Tidak ada tiket terusan di dalamnya, jadi jika akan mencoba satu wahana harus beli tiket lagi guys. Saya, @deeliciouse @arofahLaelatul dan @mfajar15 tiba di BNS pukul 21:00. Sebut saja namanya @deeliciouse, wanita pemberani yang mencoba wahana sepeda gila dengan harga tiket 10k aja, diputar-putar 360 derajat dengan durasi hampir lima menit. Sementara kami bertiga cukup puas menonton muka pucatnya dari bawah. Wahana kedua kami adalah taman lampion. Dari namanya saja sudah jelas taman-taman yang berisi lampion dibentuk berbagai macam hewan, benda, bahkan bangunan. Cocok banget sih kalo yang doyan foto-foto sampe gigi kering. Bentu lampionya apa saja? Beberapa yang saya ingat, kereta Cinderella, menara Eiffel, Monas, menara kembar petronas, menara miring Pisa, tembok China, gajah terbang, rumah kurcaci, Cuma belum ada sih lampion berbentuk sarang semut atau sarang walet. (oke ini nggak lucu)

Wahana kedua kami adalah sepeda udara atau apa ya namanya? Jadi kami menaiki sepeda diatas rel dengan ketinggian kira-kira dua lantai bangunan. Sepedanya melaju pelan di atas rel dengan harga tiket 15k, tidak disarankan bagi kamu yang amat takut dengan ketinggian. Serunya adalah kami bisa melihat pemandangan Kota Malang, Kota Batu dan sekitarnya dari ketinggian. Semacam bukit bintang, orang Sunda bilang sih buricak-burinong.

 Wahana selanjutnya adalah 3D.  para pengunjung dibagikan kacamata 3D, masuk ke ruangan berisi layar besar kayak layar tancep, ditayangkan tayangan adventure gitu deh, di akhir ada yang nyembur-nyrmbur. Bukan, bukan dukun yang menyembur pasiennya. Cipatan-cipratan kecil yang bikin muka agak seger plus ngilangin ngantuk.

Bingung wahana apalagi yang bakal kami masuki ternyata udah malem banget, kata ibu nggak baik wanita pulang malem. (mending pulang pagi) #plak. Jadi, kami memutuskan untuk pulang dan dadah-dadah sama BNS.  Sebenernya banyak banget wahananya mulai dari rumah hantu, paintball, laser, miniature kora-kora, komedi putar kayak ontang-anting di dufan, ufo yang dimana pengunjung diputer-puter di dalamnya. Kalau yang sering kambuh vertigo mending jangan coba wahana yang muter-muter kayak omongan pria kalau mau ada maksud tertentu. (eaa malah curhat)

Saran dari saya, jalan menuju BNS mending lewat jalan utama yang nggak gelap dan sepi. Agak serem aja gitu kiri-kanan cuma pepohonan bukan pemukiman penduduk. Supaya banyak wahana yang ternikmati banyak, buat yang narsis boleh banget bawa tongsis, itu bakal berguna banget.

Kelebihan
-          Harga masuk akal
-          Wahana beragam
-          Cukup representative buat pelepas penat

Kekurangan
-          Akses jalan menuju BNS gelap
-          Toilet kotor
-          Mbak-mbak tiketnya agak jutek (mungkin dia lelah)

See You on other trip. Ciao

*maafkan nggak sempet foto-foto wahanyanya kayak apa, ponsel saya lowbat -___-


upsie kami selfie :p
 
ceritanya kereta cinderella
Ini Awal Masuk Taman Lampion

Tidak ada komentar:

Posting Komentar