Be En Es, semacam pasar malam
modern yang didalamnya terdapat wahana-wahana yang bisa biki jantung cukup
deg-degan kayak habis ketemu mantan yang tiba-tiba ngirim undangan nikah, oke
frase terakhir abaikan. Yap, BNS sebuah tempat rekreasi yang berada di desa
Oro-oro Ombo. Perjalanan menuju BNS membutuhkan waktu sekitar 20 menit (hanya
jika) kondisi jalanan MT Haryono Kota Malang lancar jaya, karena saya menuju
BNS pada malam minggu dimana anak-anak muda (semoga saya dan kawan-kawan yang
menuju BNS termasuk di dalamnya) keluar rumah atau kosan untuk mencari hiburan
di akhir pecan. Sesuai namanya, Batu Night Spectacular merupakan tempat wisata
yang hanya dapat dinikmati pada malam hari, buka mulai pukul 15:00 sampai
dengan 24:00.
Harga tiket BNS 25k pada akhir pecan
dan 20k pada hari-hari biasa. Tidak ada tiket terusan di dalamnya, jadi jika
akan mencoba satu wahana harus beli tiket lagi guys. Saya, @deeliciouse
@arofahLaelatul dan @mfajar15 tiba di BNS pukul 21:00. Sebut saja namanya
@deeliciouse, wanita pemberani yang mencoba wahana sepeda gila dengan harga
tiket 10k aja, diputar-putar 360 derajat dengan durasi hampir lima menit. Sementara
kami bertiga cukup puas menonton muka pucatnya dari bawah. Wahana kedua kami
adalah taman lampion. Dari namanya saja sudah jelas taman-taman yang berisi
lampion dibentuk berbagai macam hewan, benda, bahkan bangunan. Cocok banget sih
kalo yang doyan foto-foto sampe gigi kering. Bentu lampionya apa saja? Beberapa
yang saya ingat, kereta Cinderella, menara Eiffel, Monas, menara kembar
petronas, menara miring Pisa, tembok China, gajah terbang, rumah kurcaci, Cuma belum
ada sih lampion berbentuk sarang semut atau sarang walet. (oke ini nggak lucu)
Wahana kedua kami adalah sepeda
udara atau apa ya namanya? Jadi kami menaiki sepeda diatas rel dengan
ketinggian kira-kira dua lantai bangunan. Sepedanya melaju pelan di atas rel
dengan harga tiket 15k, tidak disarankan bagi kamu yang amat takut dengan
ketinggian. Serunya adalah kami bisa melihat pemandangan Kota Malang, Kota Batu
dan sekitarnya dari ketinggian. Semacam bukit bintang, orang Sunda bilang sih buricak-burinong.
Wahana selanjutnya adalah 3D. para pengunjung dibagikan kacamata 3D, masuk
ke ruangan berisi layar besar kayak layar tancep, ditayangkan tayangan
adventure gitu deh, di akhir ada yang nyembur-nyrmbur. Bukan, bukan dukun yang
menyembur pasiennya. Cipatan-cipratan kecil yang bikin muka agak seger plus
ngilangin ngantuk.
Bingung wahana apalagi yang bakal
kami masuki ternyata udah malem banget, kata ibu nggak baik wanita pulang
malem. (mending pulang pagi) #plak. Jadi, kami memutuskan untuk pulang dan
dadah-dadah sama BNS. Sebenernya banyak
banget wahananya mulai dari rumah hantu, paintball, laser, miniature kora-kora,
komedi putar kayak ontang-anting di dufan, ufo yang dimana pengunjung
diputer-puter di dalamnya. Kalau yang sering kambuh vertigo mending jangan coba
wahana yang muter-muter kayak omongan pria kalau mau ada maksud tertentu. (eaa
malah curhat)
Saran dari saya, jalan menuju BNS
mending lewat jalan utama yang nggak gelap dan sepi. Agak serem aja gitu
kiri-kanan cuma pepohonan bukan pemukiman penduduk. Supaya banyak wahana yang
ternikmati banyak, buat yang narsis boleh banget bawa tongsis, itu bakal
berguna banget.
Kelebihan
-
Harga masuk akal
-
Wahana beragam
-
Cukup representative buat pelepas penat
Kekurangan
-
Akses jalan menuju BNS gelap
-
Toilet kotor
-
Mbak-mbak tiketnya agak jutek (mungkin dia
lelah)
See You on other trip. Ciao
*maafkan nggak sempet foto-foto wahanyanya kayak apa, ponsel
saya lowbat -___-
![]() |
| upsie kami selfie :p |



Tidak ada komentar:
Posting Komentar