Jumat, 03 Oktober 2014

Being a Silver Queen



Halo usiaseperempat abad.
Sepagi itu diucapkan selamat ulang tahun di pukul 00.00 lalu berlimpah ucapan di berbagai jejaring sosial, ada seikat mawar, satu box cheesecake, seikat pisang, dan sebox blackforest. Bahagia? Tentu. Semakin menyadari bahwa sebanyak itu manausia yang saying pada saya. Belum lagi hujanan dering telepon dari menit ke menit, jam ke jam, doanya simple tapi bermakna. Selamat, semoga panjang umur, rezeki berlimpah, enteng jodoh dan cepat lulus.


Hey Tuhan nan maha baik dan selalu baik, banyak rencana yang Engkua tunda dan sering sekali saya geram menggertak tidak sabar, tapi Engkau masih dan selalu saja baik pada makhluk bebal ini. Malu rasanya menerima kebaikan dari orang sekitar sementara kadang saya kurang mensyukuri apa yang sudah saya miliki.

Seperempat abad, wanita lain mungkin sudah beranak satu, menghabiskan harinya dengan mengurus suami serta mengganti popok bayinya di malam hari. Sementara saya? Masih berteriak-teriak kencang menikmati wahana Batu Night Spectaculer di malam hari, mencoba wahana flyingfox di pantai, berburu senja dan fajar dengan kamera ponsel pas-pasan, berkutat dengan jurnal-jurnal, mengurusi tugas-tugas kuliah yang hampir akan selesai dalam waktu dekat ini. Lihat? Tuhan Maha Baik, selalu baik.


Anyway, selamat seerempat abad. Saya.

*satu hari di bulan Juni tanggal keempat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar