Senin, 09 Oktober 2017

Literasi dan Vickynisasi di Rezim Jokowi


Ini kisah nyata dari kehidupan bertetangga yang saya alami di salah satu komplek perumahan Kab. Bogor. Kalau sitkom di salah satu televisi nasional berjudul tetangga masa gitu, tulisan ini membahass tetangga masa kini atau zaman now. Oke mari kita bahas kelucuan para tetangga zaman now.
Saya adalah warga baru, basa-basi sampai basi kadang dilakukan demi saling kenal mengenal. Ada satu ibu-ibu yang bertanya pada saya “Suaminya kerja diimana mbak?’
“BKF bu, badan kebijakan fiskal.” Saya menjawab sambil menyuapi anak, udah kayak ibu-ibu zaman now kan?
“Vixal? Oh paragi ngosrek WC nya?” tanyanya polos
(Vixal? Oh yang digunakan untuk membersihkan WC ya?)
Entah harus ketawa atau nangis, yang jelas ini tanggung jawab suami dan rekan-rekannya di BKF, harus go public, atau mungkin ini salah Bu Menkeu , ah bukan ini pasti salah Jokowi! Jokowi dimana saat rakyatnya tidak bisa membedakan fiskal dan pembersih kamar mandi? Hanya ada di rezim Jokowi!


Tetangga kedua, ia sedang sakit tipes demam tinggi pada malam sebelumnya lalu bercerita tentang kejadian aneh yang dia alami.
“Bu, semalam bantal saya ditarik-tarik nggak tahu sama siapa sampai terbang.” Ujarnya antusias memperagakan bantal terbang, saya jadi membayangkan awan kinton.
“Bantal terbang? Ibu kan lagi demam, panas tinggi, itu sadar apa nggak?” tanya saya kepo.
“Oh mungkin saya lagi halunisasi ya bu?” ia malah balik bertanya.
“Halusinasi bu, bukan halunisasi.” Saya berusaha membenarkan
“Iya halunisasi.” Ia keukeuh dengan halunisasinya, ini semua pasti salah Vicky Burki, eh maksud saya Vicky Prasetyo dengan segala kontroversi hatinya.


Tetangga ketiga heboh bercerita bahwa sekarang ada kejahatan jenis baru.
“Awas bu sekarang lagi musim banget podolfolia.” Ujarnya dengan mata terbelalak.
“Podolfolia?” saya balik bertanya, kalau orang sunda mendengar kata podol pasti telinganya tergelitik, podolfolia? Sebuah kelainan seksual yang menyukai podol? Jarene wong jowo podol iku tembelek, iyo tembelek sing iso jembret. Wah sebuah kelainan seksual jenis baru ini pasti, saya nggak habis fikir bagaimana bisa manusia bercinta dengan podol alias tai. Sedepresi itukah?
“Iya, itu podolfolia yang suka sama anak kecil loh, masa sih nggak tau?” dia malah memandang saya dengan tatapan gemas.
“Oh maksud ibu pedofilia?” saya balik bertanya.
“Iya! Podolfolia,” tetap dengan jawaban keukeuh khas ibu-ibu yang nggak mau disalahkan. Yo wis ben bu, terserah sampean ae batinku.


Tetangga berikutnya, masih zaman now.
“Saya harus prestasi nih bu, untuk sertifikasi guru. Ibu bisa bantu ga?” saya ga pinter-pinter amat sih, tapi yha sebagai orang yang pernah mengenyam strata dua ya ga bisa dibilang bodo-bodo amat juga.
“Prestasi bagaimana maksudnya?’ saya balik nanya.
“Itu loh bu, prestasi yang ngomong di depan orang banyak pakai laptop.” Ia berusaha menjelaskan
“Presentasi maksud ibu? Yang pakai power point kan?’ lagi-lagi saya berusaha membenarkan.
“Kamu tuh, udah salah, ngotot lagi!” dia kemudian melengos.


Seketika saya menjadi bingung, ada apa dengan tetangga zaman now? Rata-rata dari mereka adalah ibu-ibu yang berusia empat puluh tahun keatas, sedang saya yang masih usia kepala dua bisa apa? Iya kepala dua, bukan muka dua ya, maaf.
Yang muda, dianggap sebelah mata. Nasib jadi remah rempeyek emang begini, tapi mari kita ambil positifnya mungkin tetangga zaman now di lingkungan saya itu kiriman Tuhan agar saya tetap bisa tertawa dan awet muda tanpa suntik botox.
Klean Bung, Tuan, Nona dan Nyonya tolong mulai saat ini instal KBBI di ponsel pintar klean yha! Hingga tidak ada lagi Vickynisasi di negeri tercinta ini.
Untuk klean mama-mama muda dan papa-papa hot generasi milenial, plis tolong biasakan anaknya banyak membaca sebelum banyak berbicara, fenomena literasi dan vickynisasi di rezim Jokowi ini salah satu bukti bahwa kaum kita memang lebih senang banyak bicara daripada membaca.



3 komentar:

  1. Wqwqwq aku ngakaaaak teeeh :)))) jd inget Mr. M pas kuliah linbud, bilang podol kerod ke anak2 kelas wqwqwq

    BalasHapus
    Balasan
    1. podol kerod yah~~~~
      sungguh melekat di otak itu si podol kerod

      Hapus
    2. Haha.. baru baca inih.
      Buibu pinggiran Jakarta ya aslinyaah..

      Hapus