Selasa, 31 Oktober 2017

Review Kumpulan Cerpen 'Lekat'

Beberapa hari ke belakang saya diberikan kesempatan untuk membaca kumpulan cerpen yang ditulis oleh teman-teman dead poet society, kumpulan cerpen ini bukan cerpen biasa melainkan ada teori psikologi yang menjadi latar belakangnya, mengapa demikian? Karena para penulisnya adalah para mahasiswa jurusan psikologi. Bagi saya pribadi cerita-cerita yang dikemas cukup mudah dicerna, di akhir tulisan masing-masing penulis menginfokan teori apa yang mereka ambil. Karena latar belakang pendidikan saya adalah bimbingan konseling yang setidaknya bersinggungan dengan teori psikologi, kumpulan cerpen ini cukup membantu, jika dahulu saya sering bingung ketika membaca materi teori psikologi, dengan membaca kumpulan cerpen ini guratan garis di dahi saya setidaknya berkurang berubah menjadi senyuman tipis-tipis “Oh begini toh maksudnya teori ini.” Oh iya kumpulan cerpen ‘Lekat’ ini juga dilengkapi ilustrasi gambar yang cukup bagus loh, jadi nggak bosan bacanya. Cerita-ceritanya menarik, membuat saya enggan berhenti membaca sampai selesai.
Di cerpen yang berjudul ‘Marina dan Aku’ ada kalimat yang membuat hati saya terpelatuque (So zaman now), disitu tertulis bahwa konselor sekolah belum berperan aktif bagi siswa yang memutuskan putus sekolah dan menikah. Ini PR tambahan bagi saya dan teman-teman yang berkutat di dunia bimbingan dan konseling, bagaimana agar peran konselor di sekolah menjadi optimal.
Kesalahan dalam menulis yang paling sering terjadi adalah salah ketik (saya pun masih belajar dalam hal itu), ada beberapa kata yang tidak lengkap hurupnya. PR bagi penulis cerpen adalah bagaimana membuat cerita benar-benar singkat, alur ketat seketat legging teteh jus di geger kalong girang (WOI!!!!), beberapa cerpen terlalu menghadirkan banyak tokoh sehingga akan menimbulkan kebingungan bagi pembaca. Overall bagus kok, saya rasa kumpulan cerpen ini layak terbit dan layak baca terutama bagi kalian mahasiswa baru yang mata kuliahnya bersinggungan dengan teori-teori psikologi.
Saya bukan penulis beneran, hanya ibu rumah tangga yang nekat terjun ke dunia literasi. Kayaknya nggak berhak juga sih menilai ini bagus atau tidak. Tapi saya ingat salah satu dosen pembimbing tesis saya pernah bilang “Karya yang baik adalah karya yang selesai.” Kalau dari ungkapan tersebut berarti kumpulan cerpen ‘Letak’ ini bisa dibilang karya yang baik.

Saya yakin, para penulis kumpulan cerpen ini adalah orang-orang yang cerdas. Kenapa bisa? Orang yang beneran cerdas bisa menyederhanakan sesuatu yang sulit sedang orang yang ingin terlihat cerdas selalu menggunakan kata-kata rumit agar terlihat keren dan sulit dimengerti orang lain. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar