Beberapa hari ke belakang saya
diberikan kesempatan untuk membaca kumpulan cerpen yang ditulis oleh teman-teman dead poet society, kumpulan cerpen ini bukan cerpen biasa melainkan ada teori
psikologi yang menjadi latar belakangnya, mengapa demikian? Karena para
penulisnya adalah para mahasiswa jurusan psikologi. Bagi saya pribadi
cerita-cerita yang dikemas cukup mudah dicerna, di akhir tulisan masing-masing
penulis menginfokan teori apa yang mereka ambil. Karena latar belakang
pendidikan saya adalah bimbingan konseling yang setidaknya bersinggungan dengan
teori psikologi, kumpulan cerpen ini cukup membantu, jika dahulu saya sering
bingung ketika membaca materi teori psikologi, dengan membaca kumpulan cerpen
ini guratan garis di dahi saya setidaknya berkurang berubah menjadi senyuman
tipis-tipis “Oh begini toh maksudnya teori ini.” Oh iya kumpulan cerpen ‘Lekat’
ini juga dilengkapi ilustrasi gambar yang cukup bagus loh, jadi nggak bosan
bacanya. Cerita-ceritanya menarik, membuat saya enggan berhenti membaca sampai
selesai.
Di cerpen yang berjudul ‘Marina
dan Aku’ ada kalimat yang membuat hati saya terpelatuque (So zaman now), disitu
tertulis bahwa konselor sekolah belum berperan aktif bagi siswa yang memutuskan
putus sekolah dan menikah. Ini PR tambahan bagi saya dan teman-teman yang
berkutat di dunia bimbingan dan konseling, bagaimana agar peran konselor di
sekolah menjadi optimal.
Kesalahan dalam menulis yang
paling sering terjadi adalah salah ketik (saya pun masih belajar dalam hal
itu), ada beberapa kata yang tidak lengkap hurupnya. PR bagi penulis cerpen
adalah bagaimana membuat cerita benar-benar singkat, alur ketat seketat legging
teteh jus di geger kalong girang (WOI!!!!), beberapa cerpen terlalu
menghadirkan banyak tokoh sehingga akan menimbulkan kebingungan bagi pembaca. Overall bagus kok, saya rasa kumpulan
cerpen ini layak terbit dan layak baca terutama bagi kalian mahasiswa baru yang
mata kuliahnya bersinggungan dengan teori-teori psikologi.
Saya bukan penulis beneran, hanya
ibu rumah tangga yang nekat terjun ke dunia literasi. Kayaknya nggak berhak
juga sih menilai ini bagus atau tidak. Tapi saya ingat salah satu dosen
pembimbing tesis saya pernah bilang “Karya yang baik adalah karya yang selesai.”
Kalau dari ungkapan tersebut berarti kumpulan cerpen ‘Letak’ ini bisa dibilang
karya yang baik.
Saya yakin, para penulis kumpulan
cerpen ini adalah orang-orang yang cerdas. Kenapa bisa? Orang yang beneran cerdas bisa menyederhanakan
sesuatu yang sulit sedang orang yang ingin terlihat cerdas selalu menggunakan
kata-kata rumit agar terlihat keren dan sulit dimengerti orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar