Jumat, 03 November 2017

Hari Ibu Rumah Tangga

"Ibu rumah tangga terbukti lebih stres daripada wanita karier"
Dikutip dari salah satu postingan di instagram yang mana kalimat tersebut hasil studi penelitian di Pennyslavenia State University. Dari postingan tersebut juga saya baru tahu bahwa ada hari ibu rumah tangga. Pernahkan bermimpi bercita-cita jadi ibu rumah tangga? Kalau saya tidak,
Sebelum menikah saya adalah mahasiswa yang hobi sekali jalan. Literally jalan kaki, waktu di Bandung saya pernah berjalan kaki dari Ngamprah ke Ledeng, dari Ledeng ke Cicaheum, begitu pun ketika di Malang hobi jalan tetap saya jalankan. Kebanyang kan bagaimana kagetnya manusia macam saya yang biasanya haha hihi lalala yeyeye menghadapi masalah terberat kalau nggak tugas kuliah tiada henti atau dosen pembimbing tesis yang sulit ditemui kemudian tiba-tiba dihadapkan dengan pekerjaan rumah tangga yang sungguh tiada habisnya.
Stress?Jelas, sering saya menangis bahkan meratapi “Kok gue kuliah jauh-jauh Cuma buat jadi IRT sih?” Lalu kenapa tidak mencoba mencari pekerjaan? Sudah, sayangnya belum ada CV saya yang tertambat pada sembilan PTN dan PTS di jabodetabek. Kemarin, ketika mengisi form KTP baru, saya sempat teridam lamaaaa sekali di kantor kecamatan, pekerjaan di KTP dahulu tertulis mahasiswa kini berganti menjadi mengurus rumah tangga. Hanya mengurus rumah tangga? Hanya? Beneran ‘hanya’? Lalu akhirnya saya berdamai dengan diri sendiri dan kenyataan. Baik, mari kita bahas bagaimana saya sedikit demi sedikit keluar dari zona stress yang saya alami.
Sebelum menjadi IRT pasti kita punya hobi tapi setelah negara api menyerang, maksud saya setelah menjadi IRT boro-boro memikirkan hobi, yang ada hanyalah pekerjaan rumah yang dari mata terbuka hingga menjelang tidur. Lihat iklan sunlight terbaru di Youtube deh, pesan yang disampaikan bagus. “Memakai sunlight meringkas waktu untuk mencuci piring sehingga ibu bisa melakukan passion yang diminati.” Meskipun maksudnya promosi tapi ada benarnya juga, sebagai IRT harus cermat dalam mengatur waktu. Nah, mengenai hobi lakukan ketika anak sudah tertidur atau ketika pekerjaan selesai. “Kan pekerjaan rumah nggak ada selesainya?” Benarkah pekerjaan rumah tidak ada selesainya? Atau diri kita yang terlalu nge-push diri sendiri. Misal, mencuci baju sebenarnya bisa dilakukan dua hari sekali atau jika punya dana lebih londri kiloan. Memasak? Seperti kata Ale di film Critical Eleven, membangun rumah tangga tidak sama dengan membangun restoran, masak yang simpel tapi bergizi, telur dadar dengan oseng kangkung misalnya. Lalu bagaimana dengan MPASI? (jika sudah memiliki bayi yang mulai makan) berilah anak kita makanan yang biasa kita makan, supaya kelak ketika sudah besar tidak kaget dengan menu makanan keluarga, atau kalau kepepet kan banyak tuh bubur MPASI homemade yang dijual setiap pagi kalau nggak salah namanya ‘Baby-Q’.
Luangkan waktu paling sedikit satu jam setiap hari untuk melakukan apa yang paling kita sukai, bisa menggambar, bernyanyi karaoke di youtube, berolahraga meski tidak ke tempat gym sekarang banyak kok aplikasi home workout yang bisa di download pada ponsel pintar kita masing-masing, saya pribadi suka sekali membaca, menonton film dan menulis. Luangkan saja satu jam untuk kegiatan tersebut, supaya mental kita tetap sehat. Jangan lupakan juga makan sehat dan benar, kadang menjadi IRT lebih memikirkan suami dan anak sehingga lupa pada diri sendiri, sempatkan waktu berolahraga, entah itu hanya push up, sit up, atau jalan keliling sekitaran rumah dan menyapa tetangga tapi nggak usah juga kelamaan bertetangga, alih-alih bersosialisasi malah menjadi gosip kesana kemari. Berolahraga bukan hanya ingin langsing semata (itu mah saya keleus), tapi dengan berolahraga, tubuh akan melepaskan hormon endorfin yang menimbulkan perasaan senang.
            Beberapa teman-teman mungkin hobi berjualan online nah itu sebuah hobi yang menghasilkan uang sehingga dapat menambah pundi-pundi kas keluarga.  Saya sempat tergrlitik ketika dikomentari “Tapi menulis adalah hobi yang nggak ada uangnya.” Seperti kata Velope Vexia di Film Cinta Laki-laki Biasa “Terlalu sempit jika kebahagiaan diukur dengan materi. Ketika akhir pekan ajak suami ke tempat rekreasi entah itu taman kota, perpustakaan, kolam renang atau mall. Semoga bapak-bapak diluar sana membaca tulisan ini, bahwa ibu perlu dijaga kesehatan mentalnya, rekreasi tipis-tipis tidak akan membuat kantong menjadi tipis.  Lalu bagaimana dengan menyikapi pekerjaan rumah yang membosankan dan itu-itu saja setiap hari? Sebagai pemilik rasi bintang gemini saya dikaruniai sifat yang mudah sekali bosan, tapi saya disentil oleh kata-kata “Setiap pekerjaan rumah tangga yang kamu lakukan, jika diawali dengan bismilah bernilai ibadah.”
Dari situ saya berpikir, bahwa hidup menjadi IRT adalah pekerjaan yang penuh dengan ibadah. Katanya jaminannya surga, jika dilakukan dengan ikhlas. Apalagi wanita yang bekerja, mempunyai karir yang hebat lalu berperan juga sebagai IRT, WOW! Sembah sujud buat mereka.
Percayalah, sebuah keluarga tidak memerlukan ibu yang sempurna, hanya memerlukan ibu bahagia.


Selamat hari ibu rumah tangga :*

*Aisha, IRT yang CV nya ditolak sembilan kali lalu bermimpi menjadi pelancong literasi
**Gambar dari google

Tidak ada komentar:

Posting Komentar