"Ibu rumah
tangga terbukti lebih stres daripada wanita karier"
Dikutip dari salah satu postingan di instagram yang mana
kalimat tersebut hasil studi penelitian di Pennyslavenia State University. Dari
postingan tersebut juga saya baru tahu bahwa ada hari ibu rumah tangga.
Pernahkan bermimpi bercita-cita jadi ibu rumah tangga? Kalau saya tidak,
Sebelum menikah saya adalah mahasiswa yang hobi sekali
jalan. Literally jalan kaki, waktu di Bandung saya pernah berjalan kaki dari
Ngamprah ke Ledeng, dari Ledeng ke Cicaheum, begitu pun ketika di Malang hobi
jalan tetap saya jalankan. Kebanyang kan bagaimana kagetnya manusia macam saya
yang biasanya haha hihi lalala yeyeye menghadapi masalah terberat kalau nggak
tugas kuliah tiada henti atau dosen pembimbing tesis yang sulit ditemui
kemudian tiba-tiba dihadapkan dengan pekerjaan rumah tangga yang sungguh tiada
habisnya.
Stress?Jelas, sering saya menangis bahkan meratapi “Kok gue
kuliah jauh-jauh Cuma buat jadi IRT sih?” Lalu kenapa tidak mencoba mencari
pekerjaan? Sudah, sayangnya belum ada CV saya yang tertambat pada sembilan PTN
dan PTS di jabodetabek. Kemarin, ketika mengisi form KTP baru, saya sempat
teridam lamaaaa sekali di kantor kecamatan, pekerjaan di KTP dahulu tertulis
mahasiswa kini berganti menjadi mengurus rumah tangga. Hanya mengurus rumah
tangga? Hanya? Beneran ‘hanya’? Lalu akhirnya saya berdamai dengan diri sendiri
dan kenyataan. Baik, mari kita bahas bagaimana saya sedikit demi sedikit keluar
dari zona stress yang saya alami.
Sebelum menjadi IRT pasti kita punya hobi tapi setelah
negara api menyerang, maksud saya setelah menjadi IRT boro-boro memikirkan
hobi, yang ada hanyalah pekerjaan rumah yang dari mata terbuka hingga menjelang
tidur. Lihat iklan sunlight terbaru di Youtube deh, pesan yang disampaikan
bagus. “Memakai sunlight meringkas waktu untuk mencuci piring sehingga ibu bisa
melakukan passion yang diminati.” Meskipun maksudnya promosi tapi ada benarnya
juga, sebagai IRT harus cermat dalam mengatur waktu. Nah, mengenai hobi lakukan
ketika anak sudah tertidur atau ketika pekerjaan selesai. “Kan pekerjaan rumah
nggak ada selesainya?” Benarkah pekerjaan rumah tidak ada selesainya? Atau diri
kita yang terlalu nge-push diri
sendiri. Misal, mencuci baju sebenarnya bisa dilakukan dua hari sekali atau
jika punya dana lebih londri kiloan. Memasak? Seperti kata Ale di film Critical
Eleven, membangun rumah tangga tidak sama dengan membangun restoran, masak yang
simpel tapi bergizi, telur dadar dengan oseng kangkung misalnya. Lalu bagaimana
dengan MPASI? (jika sudah memiliki bayi yang mulai makan) berilah anak kita
makanan yang biasa kita makan, supaya kelak ketika sudah besar tidak kaget
dengan menu makanan keluarga, atau kalau kepepet kan banyak tuh bubur MPASI
homemade yang dijual setiap pagi kalau nggak salah namanya ‘Baby-Q’.
Luangkan waktu paling sedikit satu jam setiap hari untuk
melakukan apa yang paling kita sukai, bisa menggambar, bernyanyi karaoke di
youtube, berolahraga meski tidak ke tempat gym sekarang banyak kok aplikasi
home workout yang bisa di download pada ponsel pintar kita masing-masing, saya
pribadi suka sekali membaca, menonton film dan menulis. Luangkan saja satu jam
untuk kegiatan tersebut, supaya mental kita tetap sehat. Jangan lupakan juga
makan sehat dan benar, kadang menjadi IRT lebih memikirkan suami dan anak
sehingga lupa pada diri sendiri, sempatkan waktu berolahraga, entah itu hanya push up, sit up, atau jalan keliling sekitaran rumah dan menyapa tetangga
tapi nggak usah juga kelamaan bertetangga, alih-alih bersosialisasi malah
menjadi gosip kesana kemari. Berolahraga bukan hanya ingin langsing semata (itu
mah saya keleus), tapi dengan berolahraga, tubuh akan melepaskan hormon endorfin
yang menimbulkan perasaan senang.
Beberapa teman-teman mungkin hobi berjualan online nah
itu sebuah hobi yang menghasilkan uang sehingga dapat menambah pundi-pundi kas
keluarga. Saya sempat tergrlitik ketika
dikomentari “Tapi menulis adalah hobi yang nggak ada uangnya.” Seperti kata
Velope Vexia di Film Cinta Laki-laki Biasa “Terlalu sempit jika kebahagiaan
diukur dengan materi. Ketika akhir pekan ajak suami ke tempat rekreasi entah itu taman kota, perpustakaan, kolam renang atau mall. Semoga bapak-bapak diluar sana membaca tulisan ini, bahwa ibu perlu dijaga kesehatan mentalnya, rekreasi tipis-tipis tidak akan membuat kantong menjadi tipis. Lalu bagaimana dengan menyikapi pekerjaan rumah yang
membosankan dan itu-itu saja setiap hari? Sebagai pemilik rasi bintang gemini
saya dikaruniai sifat yang mudah sekali bosan, tapi saya disentil oleh
kata-kata “Setiap pekerjaan rumah tangga yang kamu lakukan, jika diawali dengan
bismilah bernilai ibadah.”
Dari
situ saya berpikir, bahwa hidup menjadi IRT adalah pekerjaan yang penuh dengan
ibadah. Katanya jaminannya surga, jika dilakukan dengan ikhlas. Apalagi wanita
yang bekerja, mempunyai karir yang hebat lalu berperan juga sebagai IRT, WOW!
Sembah sujud buat mereka.
Percayalah, sebuah
keluarga tidak memerlukan ibu yang sempurna, hanya memerlukan ibu bahagia.
Selamat hari ibu rumah
tangga :*
*Aisha, IRT yang CV nya ditolak sembilan kali lalu bermimpi menjadi pelancong literasi
**Gambar dari google

Tidak ada komentar:
Posting Komentar