Selasa, 06 Oktober 2020

Random Thoughts

 

Dulu saya sempat berpikir bahwa jodoh adalah proses mencari dan ditemukan, sekarang saya punya pandangan lain. Jodoh menurut saya adalah tentang saling kuat-kuatan toleransi akan ketidaksukaan.


Bisa jadi saya adalah manusia termenyebalkan menurut kalian.

Saya yang sulit sekali membaca peta, tidak handal dijadikan navigator.

Saya yang ribet masalah debu dan kebersihan rumah.

Saya yang risih jika sprei tidak diganti lebih dari satu minggu lamanya.

Saya yang bisa bete kalau sprei ‘ngeres’ ada serpihan kotoran atau barang yang bukan seharusnya berada di tempat tidur.

Saya yang geli jika kamar mandi atau toilet bernoda atau licin.

Saya yang pusing lihat kalau lihat rumah berantakkan.

Saya yang bisa mengingat dengan jelas perilaku orang lain yang tidak menyenangkan.

Saya yang cengeng setiap orang yang saya sayang bersuara keras, terkesan membentak padahal mungkin tidak ada maksud mereka membentak, hati saya saja yang selembek nutrijell.

Tapi disisi lain saya juga bisa berteriak bersuara keras jika panik menyerang.

Mungkin saya dapat medali emas di semesta bapak Ali untuk kategori wanita paling menyebalkan.

 

Lalu, apa pasangan saya menyebalkan?

Bisa jadi.

Apa saja bentuk perilaku menyebalkannya?

Tidak perlu disebutkan karena lagi-lagi, jodoh adalah tentang saling kuat-kuatan toleransi atas ketidaksukaan.


Jauh akan lebih sulit jika kita terus menerus meramaikan otak dengan pikiran-pikiran yang tidak penting, seperti tulisan saya ini.