Halo pa,
damang?
meski sulit rasanya menulis kata demi kata buat bapa, tapi izinkan saya ya pa.
Masih ingat betul rasanya bapa kecewa ketika kelas dua ketika nilai matematika hanya dua.
marah, kesal, pusing ini anak harus diapakan.
Ketika bapa ingin anak sulung ini jadi atlet basket, sungguh pa ingin sekali rasanya seperti bapa. Hebat seperti bapa, pandai lay up shoot, apa daya dengan wajah buluk, hitam, gendut dan punya asma ini masuk ekskul basket rasanya hanya akan mempermalukan diri, terlebih isinya adalah mereka yang cantik, terkenal, dan kaya. Sebagai manusia yang tidak termasuk dalam kelompok itu,saya bisa apa?
Perihal mempermalukan bapa, mungkin saya jagoannya. Lagi-lagi nilai kimia berangka tiga, sedang guru kimia-ku ketika SMA adalah sahabat bapa. Maaf ya pak, lagi-lagi saya hanya bisa buat bapa malu dan kecewa.
Saya tidak pernah irimelihat teman-teman ketika remaja punya pacar ganteng atau pintar, saya iri kepada mereka yang sekolah diantar bapanya, saya iri ketika melihat kedekatan anak perempuan dengan para bapa mereka, karena saya terlalu malu, terlalu gengsi untuk bilang "pa, peluk saya dong pa"
Masih ingat betul rasa haru sekaligus senang ketika bapa rela mengantar saya siaran di radio pagi buta, tapi mungkin ini sama sekali bukan apa yang bapa impikan kan pa?
kemudian ada keraguan ketika saya mengenalkan calon suami pada bapa, berusia lebih muda dan bukan berasal dari suku Sunda, masih ingat betul untuk pertama kalinya saya menangis di pangkuan bapa setelah akad nikah,bersimpuh menumpahkan air mata. Saat itu saya berulang kali meminta maaf, rasanya ingin berteriak pada diri sendiri kenapa saya baru berani memeluk bapa seerat ini justru ketika sudah dipinang pria lain?
rasanya saya anak yang tidak pernah bisa menjadi apa yang bapa mau ya pa?
terlalu banyak hal yang membuat kita saling memendam satu sama lain,
puncak tangis saya pecah pada tanggal 6 november 2020 kemarin, untuk pertama kali rasanya bapa memuji saya cantik, hati saya hangat pa, mungkin terlihat sederhana tapi apresiasi bapa sungguh membuat hidup saya jauh terasa berharga.
maafkan saya yang sungguh terlalu banyak gengsinya, terlalu kelu bilang kalau saya sangat sayang sama bapa, saya yang selalu kikuk padahal saya ingin memeluk bapa.
Pa, meski nilai matematika saya hanya dua dan nilai kimia saya hanya tiga, izinkan saya buat bapa bangga, berikan saya doa untuk meraih toga ketiga.
selamat ulang tahun pa, panjang umur sehat selalu dan temani saya kelak ketika wisuda ya.
i love you pa, as stars as above you. 💓

Jazakillah khayron cah ayu putriku.Good lock akhirnya putriku bisa meraih S2, menuju perjalan S3. Senantiasa Allah SWT. menyertaimu. Aamiin yaa Rabb. Senantiasa berbahagia bersama suami , & anak/ cucuku tercinta Kinanti. Salam hangat dari bapak.
BalasHapus